BerandaUncategorizedBamsoet Dukung Pembenahan Partai Politik dan Reformasi Sistem Demokrasi

Bamsoet Dukung Pembenahan Partai Politik dan Reformasi Sistem Demokrasi

Published on

spot_img

Ketua MPR ke-15 menilai pembaruan partai politik dan evaluasi demokrasi langsung penting untuk memutus lingkaran setan politik biaya tinggi

Respons atas Pidato Puan Maharani

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Anggota DPR  sekaligus Ketua MPR  ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh terhadap partai politik serta evaluasi mendasar terhadap sistem demokrasi langsung yang berlaku sejak reformasi.

Menurutnya, pernyataan Ketua DPR  Puan Maharani dalam Pidato Pengantar Sidang Bersama DPR RI-DPD RI sudah tepat dalam menggugah kesadaran akan peran strategis partai politik.

Partai Politik sebagai Sokoguru Demokrasi

Bamsoet menilai partai politik bukan sekadar kendaraan menuju kekuasaan, tetapi sokoguru kedaulatan rakyat yang menentukan arah bangsa. Ia mendorong partai untuk menjadi kawah candradimuka yang melahirkan kader terbaik melalui rekrutmen terbuka, berbasis meritokrasi, dan memberi ruang bagi anak muda, perempuan, serta tokoh daerah berintegritas.

Perlu Kajian Ulang Demokrasi Langsung

Menurut Ketua DPR  ke-20 itu, pembenahan partai politik harus diiringi pembaruan sistem demokrasi. Ia mengusulkan kajian ulang pelaksanaan Pemilu langsung untuk kepala daerah, legislatif, dan presiden dengan model yang lebih efisien secara biaya, namun tetap menjaga legitimasi rakyat serta menekan praktik politik uang.

Biaya Politik Tinggi dan Dampaknya

Bamsoet mengungkapkan, data Transparency International Indonesia (TII) 2024 mencatat lebih dari 60 persen kandidat kepala daerah mengakui beban biaya kampanye sebagai faktor memberatkan. Penelitian LIPI 2023 menunjukkan biaya pencalonan bupati atau wali kota mencapai Rp 20–30 miliar, sedangkan gubernur bisa menembus Rp 100 miliar. Kondisi ini mendorong ketergantungan pada sponsor politik dan membuka celah korupsi.

Ancaman Politik Uang

Bamsoet mengingatkan, politik uang merusak kualitas demokrasi. Bawaslu mencatat 521 laporan dugaan politik uang pada Pemilu 2024 dengan berbagai modus, mulai dari uang tunai hingga janji proyek. Fenomena ini membuat kemenangan kandidat lebih ditentukan oleh modal finansial ketimbang kualitas dan integritas. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Hadapi Perubahan Tata Dunia, BKSAP DPR Minta UI Perkuat Riset untuk Diplomasi Indonesia

Perubahan tata dunia dan agenda reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai membutuhkan keterlibatan lebih luas...

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...

More like this

Hadapi Perubahan Tata Dunia, BKSAP DPR Minta UI Perkuat Riset untuk Diplomasi Indonesia

Perubahan tata dunia dan agenda reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai membutuhkan keterlibatan lebih luas...

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...