BerandaUncategorizedSensor Kamera 1 Inci Makin Langka di Smartphone Flagship 2026

Sensor Kamera 1 Inci Makin Langka di Smartphone Flagship 2026

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Perkembangan kamera smartphone terus mengalami kemajuan pesat seiring hadirnya berbagai teknologi baru, mulai dari kamera periskop untuk zoom jarak jauh, sensor beresolusi tinggi, hingga pemrosesan gambar berbasis kecerdasan buatan. Namun, di tengah inovasi tersebut, sensor kamera berukuran 1 inci yang sempat digadang-gadang menjadi standar baru fotografi ponsel justru semakin jarang ditemukan pada smartphone flagship memasuki 2026.

Sempat Diprediksi Jadi Standar Baru, Kamera Sensor Besar Kalah oleh Desain Tipis dan Teknologi Sensor Kecil

Sensor kamera 1 inci pertama kali menarik perhatian publik saat diperkenalkan pada Xiaomi 12S Ultra pada 2022. Kala itu, teknologi ini dianggap sebagai lompatan besar dalam kualitas fotografi ponsel karena mendekati kemampuan kamera profesional. Sejumlah produsen Android seperti Vivo, Oppo, Huawei, dan Xiaomi kemudian mengadopsinya di lini ponsel premium mereka.

Namun tren tersebut tidak bertahan lama. Memasuki 2026, sebagian besar ponsel flagship kelas Pro tidak lagi mengusung sensor kamera 1 inci. Vivo tercatat terakhir menggunakannya pada X100 Pro, sementara Xiaomi menyematkannya terakhir kali pada Xiaomi 13 Pro. Model-model terbaru, termasuk Xiaomi 17 Pro Max, tidak lagi membawa teknologi sensor besar tersebut.

Latar Belakang

Sensor kamera 1 inci dikenal memiliki keunggulan signifikan, terutama dalam kemampuan menangkap cahaya lebih banyak. Hal ini menghasilkan foto yang lebih terang, minim noise, serta memiliki dynamic range yang lebih luas, terutama dalam kondisi cahaya rendah. Efek blur latar atau bokeh pun dapat dihasilkan secara alami tanpa bergantung pada pemrosesan perangkat lunak.

Beberapa ponsel seperti Xiaomi 14 Ultra dan vivo X100 Pro menunjukkan keunggulan sensor besar, bahkan mendukung fitur lanjutan seperti astrofotografi genggam. Meski demikian, keunggulan teknis tersebut tidak cukup untuk mempertahankan popularitas sensor 1 inci secara luas di pasar.

Kronologis Perkembangan Teknologi

  • 2022: Sensor kamera 1 inci mulai populer setelah debut di Xiaomi 12S Ultra.

  • 2023–2024: Sejumlah produsen Android mengadopsi sensor besar di ponsel flagship.

  • 2025: Tren ponsel ultra-tipis kembali menguat, membuat penerapan sensor besar semakin sulit.

  • 2026: Sebagian besar ponsel flagship Pro meninggalkan sensor 1 inci, kecuali varian Ultra tertentu.

Saat ini, hanya beberapa produsen yang masih mempertahankan sensor 1 inci. Huawei tetap menggunakannya pada seri Pro dan Ultra, sementara Oppo dan Xiaomi membatasi teknologi tersebut hanya pada varian Ultra.

Faktor Penghambat: Desain dan Biaya

Ukuran sensor 1 inci menuntut ruang lebih besar di dalam bodi ponsel. Hal ini berdampak pada desain modul kamera yang menonjol dan lebih tebal, sehingga dinilai mengurangi kenyamanan penggunaan. Selain itu, kebutuhan jarak ideal antara sensor dan lensa membuat produsen harus menambahkan mekanisme kompleks seperti lensa bergerak dan aperture variabel.

Dari sisi bisnis, biaya produksi sensor besar dinilai kurang efisien. Faktor inilah yang membuat produsen besar seperti Apple dan Samsung memilih bertahan dengan sensor yang lebih kecil namun lebih ekonomis dan fleksibel dalam desain, terutama untuk mendukung modul kamera zoom yang semakin canggih.

Sensor Lebih Kecil Kian Kompetitif

Kemajuan teknologi sensor membuat ukuran yang lebih kecil kini mampu menyaingi performa sensor 1 inci. Vivo, misalnya, menggunakan sensor LYT-818 berukuran 1/1,28 inci yang diklaim setara dengan sensor 1 inci generasi awal. Sensor terbaru seperti LYT-828 juga membawa teknologi HDR tingkat lanjut dan ultra-high conversion gain.

Sony sendiri memperkenalkan sensor LYT-901 beresolusi 200MP berukuran 1/1,12 inci, yang lebih besar dari sensor 200MP sebelumnya, namun tetap lebih kecil dari sensor 1 inci. Sensor ini diperkirakan akan digunakan pada ponsel Ultra mendatang dari Oppo dan vivo.

Sensor 1 Inci Belum Sepenuhnya Hilang

Meski tak lagi menjadi arus utama, sensor kamera 1 inci belum sepenuhnya ditinggalkan. Beberapa produsen asal China masih mengembangkannya, dan Sony memprediksi penggunaan sensor besar di ponsel premium akan terus meningkat hingga 2028.

Namun secara umum, arah pengembangan kamera smartphone 2026 menunjukkan pergeseran fokus. Sensor besar tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kualitas, digantikan oleh kombinasi teknologi sensor yang lebih efisien, pemrosesan AI, serta sistem kamera zoom yang semakin canggih.

Dengan demikian, sensor kamera 1 inci diperkirakan akan tetap hadir secara terbatas, bukan sebagai standar utama di semua smartphone flagship. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...

More like this

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...