BerandaUncategorizedLaNyalla Mahmud Mattalitti Ajak Mahasiswa Kembali ke Pancasila untuk Wujudkan Indonesia Lebih...

LaNyalla Mahmud Mattalitti Ajak Mahasiswa Kembali ke Pancasila untuk Wujudkan Indonesia Lebih Baik

Published on

spot_img

Dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, LaNyalla Soroti Ancaman Neo-Liberalisme dan Ajakan Kembali ke UUD 1945 Naskah Asli

SURABAYA, PARLE.CO.ID — Anggota  DPD  AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak mahasiswa untuk kembali menghayati nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai dasar negara. Hal ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI bertema “Kembali ke UUD 1945 untuk Menjaga Kebutuhan NKRI” di Surabaya, Kamis (28/2/2025).

LaNyalla menyatakan bahwa aksi mahasiswa dengan tagar “Indonesia Gelap” merupakan bentuk kekecewaan yang perlu dihormati. Namun, ia mengajak mahasiswa untuk berpikir lebih kritis dalam melakukan koreksi terhadap kondisi Indonesia, terutama terkait penguatan konstitusi.

Ancaman Neo-Liberalisme dan Kolonialisme Baru

LaNyalla menjelaskan bahwa Indonesia, dengan kekayaan alamnya, selalu menjadi incaran negara-negara maju sejak era kolonialisme hingga saat ini. “Mulai dari VOC, penjajahan Belanda, hingga kolonialisme baru melalui liberalisasi di semua lini, baik politik maupun ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setelah Perang Dunia II, negara-negara maju terus berupaya menguasai negara-negara yang baru merdeka, termasuk Indonesia, melalui strategi Neo-Liberalisme.

Menurutnya, amandemen UUD 1945 telah membawa sistem perekonomian Indonesia ke dalam “Daulat Pasar” dan sistem politik dengan pola “one man one vote”, yang dinilai tidak sesuai dengan demokrasi Pancasila.

Dampak Amendemen UUD 1945 terhadap Ekonomi Indonesia

LaNyalla mengkritik dampak amendemen UUD 1945 yang menurutnya membuat Indonesia semakin terperosok dalam cengkeraman kapitalis. “Sumber alam diangkut, produk jadi diimpor kembali, dan keuntungan mereka dijadikan utang serta penanaman modal asing. Ini membuat utang negara semakin besar, sementara investasi asing tidak dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya anggaran untuk dana perlindungan sosial seperti Bansos dan subsidi, yang menurutnya menunjukkan ketidakberdayaan negara dalam menghadapi sistem ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat.

Ajakan Kembali ke UUD 1945 Naskah Asli

LaNyalla mengajak mahasiswa dan seluruh elemen bangsa untuk kembali ke UUD 1945 naskah asli. “Kita perlu memperkuat konstitusi agar tidak terulang lagi penyimpangan seperti di era Orde Baru,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk membaca kembali pemikiran para pendiri bangsa dan menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai sistem yang paling sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

Dukungan untuk Pendidikan Gratis

Dalam dialog tersebut, LaNyalla sependapat dengan mahasiswa mengenai perlunya mengkritisi kebijakan pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis. Ia menyatakan dukungannya untuk pendidikan gratis sebagai prioritas. “Pendidikan gratis lebih penting daripada makan gratis,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, Plt. Ketua Umum Kadin Jatim, Diar Kusuma Putra, dan Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Jatim, M. Agus Diah Muslim. (P-01)

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

BPI KPNPA RI Apresiasi Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu

Jakarta, Parle – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran...

BPI KPNPA RI Soroti Dugaan HP Ilegal di Lapas Perempuan Pekanbaru

Pekanbaru, Riau, Parle — Dugaan masih beredarnya telepon genggam (HP) ilegal di Lembaga Pemasyarakatan...

BPI KPNPA RI Desak Kapolri Beri Perhatian Kasus Irjen Sofyan Nugroho: Pejabat Polri Saja Menunggu Kepastian Hukum, Bagaimana Rakyat Biasa?

Jakarta, Parle – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik...

FWK MENILAI KPK PENAKUT, PEMERINTAH TIDAK BOLEH ANTIKRITIK

Jakarta, Parle--Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengingatkan KPK harus memiliki keberanian dan konsistensi dalam penegakan...

More like this

BPI KPNPA RI Apresiasi Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu

Jakarta, Parle – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran...

BPI KPNPA RI Soroti Dugaan HP Ilegal di Lapas Perempuan Pekanbaru

Pekanbaru, Riau, Parle — Dugaan masih beredarnya telepon genggam (HP) ilegal di Lembaga Pemasyarakatan...

BPI KPNPA RI Desak Kapolri Beri Perhatian Kasus Irjen Sofyan Nugroho: Pejabat Polri Saja Menunggu Kepastian Hukum, Bagaimana Rakyat Biasa?

Jakarta, Parle – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik...