BerandaMobilitasPerkuat Tata Kelola Rp1.200 Triliun, Bamsoet Dorong Sinergi Strategis ARDINDO dan LKPP

Perkuat Tata Kelola Rp1.200 Triliun, Bamsoet Dorong Sinergi Strategis ARDINDO dan LKPP

Published on

spot_img

Ketua Umum ARDINDO Bambang Soesatyo (Bamsoet) dorong sinergi dengan LKPP untuk perkuat tata kelola pengadaan barang/jasa pemerintah senilai Rp1.200 triliun.

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perdagangan Barang Distributor Keagenan dan Industri Indonesia (ARDINDO), Bambang Soesatyo (Bamsoet), menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara dunia usaha dan pemerintah dalam memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa. Langkah ini krusial mengingat nilai pengadaan nasional mencapai angka fantastis, yakni lebih dari Rp1.200 triliun dalam APBN dan APBD setiap tahunnya.

Dikutip dari laporan Asatunews, Rabu (15/4/2026), Bamsoet menyampaikan hal tersebut saat melakukan pertemuan strategis dengan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Sarah Sadiqa di Jakarta. Bamsoet menilai potensi besar tersebut harus menjadi motor penggerak ekonomi bagi pelaku usaha nasional, termasuk distributor dalam negeri dan UMKM.

“Melalui peran asosiasi seperti ARDINDO, kita ingin memastikan pelaku usaha dalam negeri semakin siap, tertib, dan mampu memenuhi kebutuhan belanja pemerintah secara profesional,” ujar Bamsoet yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI tersebut.

Digitalisasi dan Target Paperless

Bamsoet menekankan bahwa digitalisasi adalah kunci utama dalam memperbaiki transparansi dan efisiensi pengadaan. Berdasarkan data LKPP, implementasi e-procurement melalui e-katalog nasional telah menunjukkan pergeseran signifikan dengan nilai transaksi melampaui Rp500 triliun hingga tahun 2025.

Ke depan, Bamsoet mendorong sistem pengadaan bergerak menuju format yang sepenuhnya paperless. “Administrasi pengadaan tidak lagi bergantung pada dokumen fisik atau tanda tangan basah, tetapi menggunakan sistem yang lebih cepat, aman, dan akuntabel,” tegas Ketua DPR RI ke-20 tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir jajaran pengurus ARDINDO, di antaranya Sekjen Herman Heru, Bendahara Umum Yogi Soepaat, Waketum Berry B. Purba, Ketua Bidang Organisasi Faiz Martak, serta Ketua ARDINDO Jawa Barat Raditya Indrajaya.

Inklusi Ekosistem Toko Daring

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyoroti pentingnya keadilan dalam ekosistem toko daring pemerintah. Ia mendorong agar seluruh pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi, selama memenuhi standar kualitas dan daya saing produk dalam negeri.

Sebagai bentuk kesiapan dunia usaha, ARDINDO telah menyiapkan platform digital bernama Ardindo Apps. Platform ini dirancang untuk terintegrasi dengan ekosistem toko daring LKPP guna memudahkan instansi pemerintah dalam mencari produk, bertransaksi, hingga mengelola dokumen secara real-time.

“Sinergi antara LKPP dan ARDINDO harus menjadi contoh bagaimana negara dan dunia usaha berjalan beriringan untuk menciptakan sistem pengadaan yang modern dan efisien,” pungkas Bamsoet.

Analisis Redaksi Parle.co.id: Sinergi dengan LKPP

Langkah ARDINDO di bawah kepemimpinan Bambang Soesatyo untuk bersinergi dengan LKPP merupakan strategi jitu dalam mengoptimalkan serapan anggaran negara oleh pemain domestik. Redaksi melihat tiga dampak positif dari inisiatif ini:

Anggaran pengadaan Rp1.200 triliun sering kali didominasi oleh pemain besar. Dengan keterlibatan ARDINDO yang menaungi distributor dan keagenan, akses UMKM serta pengusaha lokal ke e-katalog akan lebih terorganisir, sehingga “kue” ekonomi nasional terdistribusi lebih merata.

Dorongan menuju sistem paperless dan integrasi Ardindo Apps ke sistem LKPP secara otomatis mempersempit ruang gelap negosiasi fisik. Hal ini sejalan dengan semangat transparansi yang dibutuhkan untuk memperbaiki indeks persepsi korupsi di sektor pengadaan publik.

Di tengah tekanan impor, penguatan rantai pasok melalui e-katalog adalah cara paling efektif untuk memproteksi industri dalam negeri. Sinergi ini akan memaksa pelaku usaha lokal untuk meningkatkan standar profesionalisme agar bisa bersaing di toko daring pemerintah.

Redaksi memandang bahwa kunci keberhasilan visi ini terletak pada integrasi sistem teknologi informasi antara platform swasta (Ardindo Apps) dengan infrastruktur digital LKPP agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi maupun data. *****

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...

Ahmad Muzani: Arsip Konstitusi Merekam Perjalanan Demokrasi dan Ketatanegaraan Indonesia

Perjalanan Indonesia membangun negara dan demokrasi tidak hanya tersimpan dalam buku sejarah, tetapi juga...

More like this

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...