Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Presiden aktif hadir langsung memberikan kuliah dan taklimat kepada ribuan perwira siswa TNI-Polri di Seskoad Bandung. Simak selengkapnya!
Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung, Jawa Barat, menjadi saksi bisu sebuah momen langka dan bersejarah pada Senin kemarin. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir secara langsung untuk memberikan kuliah umum dan taklimat kepada para perwira siswa yang sedang menempuh pendidikan strategis.
Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini dikonfirmasi langsung oleh Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Danseskoad) Mayjen TNI Agustinus Purboyo. Ia menegaskan bahwa momen ini merupakan tonggak sejarah baru bagi institusi pendidikan militer dan kepolisian di tanah air.
“Hari ini terasa sangat istimewa Bapak, dikarenakan baru pertama kali seorang Presiden aktif hadir langsung dan mengajar kepada seluruh siswa Sesko,” ujar Mayjen TNI Agustinus Purboyo melalui keterangan resmi BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta.
Disambut Ribuan Perwira dengan Semangat Membara
Acara pembekalan berskala besar ini diikuti oleh sedikitnya 1.095 perwira siswa. Para peserta merupakan gabungan dari perwira siswa Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko AD, Sesko AL, Sesko AU, serta Sespimmen Polri.
Ketibaan Presiden Prabowo di area kegiatan langsung disambut dengan gemuruh semangat para peserta yang menyanyikan lagu wajib nasional “Maju Tak Gentar”. Suasana seketika berubah menjadi khidmat saat seluruh ruangan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan mars TNI, mars masing-masing matra, hingga mars Polri secara serempak.
Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam forum pendidikan ini dinilai bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Langkah ini mencerminkan komitmen dan perhatian besar pemerintah terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lini komando pertahanan dan keamanan nasional. Forum taklimat ini sekaligus menjadi ruang pembekalan strategis bagi para calon pimpinan masa depan dalam menghadapi dinamika tantangan, baik di skala nasional maupun global yang kian kompleks.
Selain memberikan pengarahan, dalam rangkaian kunjungan kerja di Kota Kembang tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat tinggi juga meresmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad yang baru.
Analisis: Mengapa Kehadiran Langsung Presiden di Seskoad Sangat Krusial?
Bagi publik dan pembaca di Indonesia, kehadiran langsung seorang Kepala Negara sekaligus Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata di mimbar pendidikan Sesko membawa pesan geopolitik dan domestik yang sangat kuat:
1. Penyelarasan Visi Doktrin Pertahanan Global
Sebagai mantan Menteri Pertahanan, Presiden Prabowo memahami betul bahwa tantangan keamanan modern tidak lagi bersifat konvensional. Melalui taklimat langsung ini, Presiden dapat melakukan top-down briefing atau penyelarasan visi strategis secara instan kepada 1.095 calon jenderal dan pimpinan polres/polda masa depan. Isu-isu sensitif seperti ketahanan pangan, keamanan siber, hingga posisi non-blok Indonesia di tengah ketegangan geopolitik global dapat ditanamkan langsung sebagai doktrin kerja.
2. Simbol Solidaritas Tradisional “TNI-Polri”
Diadakannya taklimat gabungan yang mempertemukan siswa Sesko tiga matra (AD, AL, AU) bersama Sespimti dan Sespimmen Polri di hadapan Presiden menegaskan kembali pesan penting mengenai sinergitas dan soliditas aparat penegak hukum serta pertahanan. Di tingkat akar rumput, keharmonisan instansi ini sering kali diuji. Hadirnya Presiden untuk mengajar mereka di satu ruangan yang sama memberikan instruksi psikologis yang jelas: egosektoral harus dilebur demi stabilitas nasional.
3. Komitmen Nyata pada “Human Capital” Militer
Sering kali peremajaan militer hanya dilihat dari modernisasi Alutsista (alat utama sistem persenjataan). Namun, kehadiran fisik Presiden untuk mengajar serta peresmian fasilitas Museum dan Perpustakaan Seskoad menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan investasi pada kepala dan pemikiran para prajurit (human capital) jauh lebih tinggi. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas literasi strategis dan taktis para perwira Indonesia agar sejajar dengan lulusan akademi militer terbaik di dunia. Source

