Dalam Rapat Pleno MPN, Bamsoet Dorong Transformasi Pemuda Pancasila Menjadi Organisasi Modern dan Pro-Rakyat
Pemuda Pancasila Didorong Bertransformasi Menjadi Organisasi Modern
JAKARTA, PARLE.CO.ID – Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila sekaligus Anggota DPR Bambang Soesatyo, menekankan pentingnya transformasi Pemuda Pancasila menjadi organisasi sipil yang modern, inklusif, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Hal ini disampaikan dalam Rapat Pleno VIII Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila yang digelar di Kantor Pusat Pemuda Pancasila, Menteng, Jakarta, Jumat (11/7/2025).
“Pemuda Pancasila harus menjadi rumah aspirasi rakyat, hadir dalam menyelesaikan problem masyarakat, bukan malah menambah masalah baru. Kita harus berada di garda terdepan memperjuangkan keadilan dan hak-hak warga yang termarjinalkan,” ujar Bamsoet.
Tegaskan Komitmen Jaga Pemerintahan Prabowo Subianto
Bamsoet juga mengingatkan seluruh kader bahwa Pemuda Pancasila harus menjadi kekuatan sipil yang konstruktif dalam menjaga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ormas ini harus mampu membuktikan bahwa mereka bukan representasi premanisme, tetapi simbol perjuangan rakyat yang sah dan damai.
“Pemuda Pancasila harus aktif membela cita-cita bangsa, bukan menciptakan ketakutan. Kita harus hadir sebagai mitra strategis pemerintahan, membantu masyarakat dari bawah, bukan malah terjebak dalam stigma masa lalu,” tegas Bamsoet.
Reformasi Internal dan Program Nyata Untuk Rakyat
Bamsoet mendorong reformasi internal melalui sistem rekrutmen yang terbuka dan berbasis meritokrasi, serta pelatihan kader yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Ia menegaskan pentingnya kontrol internal untuk memastikan tidak ada lagi insiden yang mencoreng nama organisasi.
Ia juga mendorong seluruh pengurus Pemuda Pancasila dari pusat hingga ranting untuk menjalankan program-program konkret dan bermanfaat, seperti edukasi digital untuk UMKM, bantuan hukum gratis, pendampingan pendidikan vokasi, hingga advokasi kebijakan desa.
Warisan Sejarah dan Komitmen Masa Depan
Bamsoet mengingatkan kembali sejarah berdirinya Pemuda Pancasila oleh Jenderal Abdul Haris Nasution pada 28 Oktober 1959 sebagai benteng ideologis melawan upaya penggantian Pancasila. “Lahir dari situasi sejarah yang kompleks, Pemuda Pancasila punya tanggung jawab besar menjaga keutuhan NKRI dan semangat Pancasila,” katanya.
Dengan menghadirkan wajah baru yang humanis dan solutif, Bamsoet menutup sambutannya dengan menegaskan: “Saatnya Pemuda Pancasila membuktikan bahwa kita adalah pejuang masa depan, bukan organisasi yang ditakuti masyarakat.” (P-01)

