BerandaUncategorizedDPR Minta Kemendes PDT Perkuat Pengawasan Anggaran, Soroti Temuan BPK dan Realisasi...

DPR Minta Kemendes PDT Perkuat Pengawasan Anggaran, Soroti Temuan BPK dan Realisasi Program

Published on

spot_img

Anggota Komisi V DPR RI Haryanto ingatkan pentingnya pengawasan anggaran di Kemendes PDT serta dukungan untuk program transmigrasi yang terintegrasi

WTP Bukan Jaminan Bebas Penyimpangan, DPR Ingatkan Kemendes PDT

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Anggota Komisi V DPR Haryanto, mengingatkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) agar memperkuat sistem pengawasan anggaran meski telah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) delapan kali berturut-turut sejak 2016. Menurut Haryanto, predikat tersebut bukan berarti kementerian bebas dari potensi penyimpangan.

“WTP itu lebih pada pencatatan aset dan pengelolaan neraca keuangan. Tapi bukan berarti tidak ada potensi penyimpangan. Kami melihat realisasi semester I tahun ini juga belum optimal,” ujar Haryanto dalam keterangannya, Kamis (1/5/2025).

Temuan BPK Jadi Alarm untuk Evaluasi Pengawasan

Haryanto menyoroti sejumlah temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menurutnya muncul akibat lemahnya pengawasan internal. Ia mendesak agar Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, memastikan temuan-temuan tersebut ditindaklanjuti hingga tuntas.

“Pengawasan harus terus dilakukan. Temuan BPK menunjukkan adanya potensi kerugian negara. Dalam tindak lanjutnya pun sering terkendala pihak ketiga maupun pegawai,” kata Haryanto.

Ia mengingatkan bahwa jika persoalan ini tidak segera ditangani, maka bisa menjadi masalah hukum di masa mendatang. Oleh karena itu, ia meminta keseriusan semua pihak dalam menyelesaikan berbagai temuan itu dengan langkah konkret.

Transmigrasi Butuh Dukungan Serius, Termasuk dari Presiden

Dalam kesempatan yang sama, Haryanto juga menyoroti realisasi anggaran Kementerian Transmigrasi yang baru mencapai 27,55 persen hingga 24 April 2025. Meskipun belum optimal, ia tetap memberikan apresiasi dan berharap adanya tambahan anggaran ke depan.

“Kami harap realisasinya tetap dikomunikasikan dengan Komisi V DPR RI. Meski anggaran turun, kami optimis jika dikelola dengan baik bisa memberi manfaat besar,” ujarnya.

Sebagai informasi, anggaran Kementerian Transmigrasi tahun 2025 mengalami penurunan sekitar 31,78 persen, dari Rp122,4 miliar menjadi Rp83,5 miliar setelah penyesuaian.

Transmigrasi Butuh Infrastruktur dan Lahan yang Layak

Haryanto menekankan bahwa keberhasilan program transmigrasi sangat bergantung pada kesiapan lahan dan infrastruktur. Ia meminta agar pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, memberikan dukungan nyata agar transmigran dapat hidup lebih baik di wilayah barunya.

“Transmigran umumnya berasal dari wilayah dengan kondisi sulit. Maka, penting untuk menyiapkan lokasi yang layak, lahan yang jelas, dan infrastruktur yang memadai,” tutur Haryanto. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

More like this

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...