Honda resmi perkenalkan Super-ONE, mobil listrik kompak dengan sensasi mesin balap dan suara simulasi. Bobot ringan 1.090 kg, siap rilis Mei 2026.
TOKYO, PARLE.CO.ID – Honda Motor Co. secara resmi mengumumkan rencana peluncuran mobil listrik (electric vehicle/EV) kompak terbaru mereka yang diberi nama Super-ONE. Kendaraan inovatif ini dijadwalkan mulai mengaspal di pasar Jepang pada akhir Mei 2026 dengan menawarkan fitur unik: sensasi berkendara layaknya mobil bermesin konvensional.
Dikutip dari laporan Kyodo News, Jumat (10/4/2026), Honda Super-ONE dirancang untuk memberikan pengalaman emosional bagi pengemudinya melalui mode akselerasi yang kuat dan simulasi suara mesin virtual yang realistis.
Salah satu keunggulan utama dari Super-ONE adalah bobotnya yang hanya 1.090 kilogram. Pihak Honda mengklaim angka tersebut “sangat ringan” untuk kategori kendaraan listrik. Dengan bobot tersebut, mobil ini mampu menempuh jarak jelajah hingga 274 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Meskipun produsen otomotif lain berlomba-lomba memasarkan model EV dengan jarak tempuh di atas 400 km, Honda sengaja membatasi jarak tempuh model ini. Strategi tersebut diambil agar kendaraan dapat menggunakan baterai yang lebih kecil guna mereduksi bobot secara signifikan.
“Kami bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara kegunaan dan biaya, karena memperluas jarak tempuh membutuhkan baterai yang lebih besar, yang pada akhirnya akan mendorong kenaikan harga,” ujar Hidetomo Horita, penanggung jawab pengembangan mobil tersebut, dalam acara uji coba berkendara.
Honda Super-ONE dibekali dengan lima mode berkendara yang berbeda. Salah satu fitur unggulannya adalah opsi “Boost” yang mampu meningkatkan output daya hingga maksimal 70 kilowatt (setara dengan 100 tenaga kuda). Fitur ini diklaim mampu memberikan sensasi torsi tinggi (high-torque) yang responsif.
Untuk memperkuat pengalaman berkendara, Honda menempatkan pengeras suara (speakers) di dalam kabin untuk menciptakan suara mesin virtual layaknya mobil sport. Secara visual, panel instrumen juga dilengkapi dengan takometer simulasi yang menampilkan kecepatan mesin virtual.
“Kami mengembangkan mobil ini dengan konsep membuat pengemudi bahagia. Kami ingin mereka menikmati tidak hanya saat mengemudi, tetapi juga waktu selama perjalanan,” tambah Horita.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa target pasar utama dari Super-ONE adalah pelanggan berusia 50 tahun ke atas. Segmen ini dinilai tidak lagi memerlukan kendaraan berukuran besar, namun tetap menginginkan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan penuh performa.
Pemesanan awal (pre-order) akan dibuka mulai Kamis mendatang di seluruh diler Honda di Jepang. Selain pasar domestik, Honda juga berencana meluncurkan model ini di beberapa negara lain, termasuk Inggris, Singapura, dan Australia. Hingga saat ini, Honda belum membocorkan harga resmi yang akan dipatok untuk unit Super-ONE tersebut.
Analisis Redaksi Parle.co.id: Perang Jarak Tempuh
Langkah Honda merilis Super-ONE menunjukkan pergeseran paradigma dalam pengembangan mobil listrik. Jika selama ini industri EV terjebak dalam “perang jarak tempuh” (range war), Honda justru memilih jalur “Lightweight & Emotion”.
Analisis kami melihat ada beberapa poin strategis di balik peluncuran ini:
Masalah utama mobil listrik saat ini adalah bobot baterai yang sangat berat, yang berdampak pada keausan ban dan efisiensi rem. Dengan berat hanya 1.090 kg, Super-ONE berpotensi memiliki kelincahan (handling) yang jauh lebih baik dibandingkan EV pada umumnya.
Penggunaan suara mesin buatan dan takometer simulasi adalah upaya Honda untuk menjembatani kesenjangan emosional bagi pengemudi senior yang terbiasa dengan mesin pembakaran internal (ICE). Ini adalah taktik “nostalgia teknologi” untuk mempercepat adopsi EV.
Dengan menggunakan baterai yang lebih kecil untuk jarak 274 km (yang sudah cukup untuk penggunaan urban), Honda dapat menekan harga jual agar lebih kompetitif tanpa harus mengorbankan kualitas material kabin.
Super-ONE kemungkinan besar akan menjadi standar baru bagi mobil listrik perkotaan yang tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai alat hobi bagi para antusias otomotif. *****

