Presiden Prabowo apresiasi kinerja ekonomi Kabinet Merah Putih di IEO 2026. Menko Airlangga targetkan pertumbuhan ekonomi 5,4-5,6% dan kesiapan ekonomi untuk ‘take-off’.
JAKARTA, PARLE.CO.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja jajaran Kabinet Merah Putih pada tahun pertama pemerintahannya. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam forum Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang berlangsung di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Di hadapan para menteri, duta besar negara sahabat, ekonom, dan pelaku usaha, Presiden menegaskan bahwa stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang diraih saat ini merupakan hasil kerja keras kolektif.
“Semua pencapaian yang harus dibanggakan adalah hasil kerja keras seluruh tim yang saya pimpin. Mereka sungguh-sungguh adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam rilis resmi yang diterima Sabtu (14/2/2026).
Ketahanan Ekonomi dan Konsumsi Rumah Tangga
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan data fundamental ekonomi nasional yang semakin menguat. Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh positif di angka 4,98 persen.
Menurut Airlangga, capaian ini merupakan buah dari efektivitas stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga yang terjaga, serta peningkatan aktivitas masyarakat selama periode hari besar keagamaan serta Natal dan Tahun Baru.
Target Pertumbuhan 5,4 Persen dan Peran Danantara
Memasuki tahun 2026, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi yang lebih progresif di angka 5,4 persen, dengan potensi maksimal mencapai 5,6 persen. Strategi ini akan ditopang oleh tiga mesin utama: belanja pemerintah, investasi swasta, dan optimalisasi peran Danantara sebagai katalis investasi strategis nasional.
Airlangga mengibaratkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini seperti pesawat yang siap lepas landas setelah sempat tertunda akibat tantangan global.
“Seperti pesawat yang sempat tertunda lepas landas di masa lalu karena gangguan global, kini kami siapkan seluruh mesin produksi untuk bergerak selaras. Dalam dua tahun ke depan, kami optimistis ekonomi Indonesia siap take-off menuju pertumbuhan yang lebih tinggi,” tegas Airlangga.
Momentum Akselerasi Nasional
Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam IEO 2026 mempertegas komitmen pemerintah untuk menjaga kebijakan ekonomi tetap solid dan terintegrasi lintas sektor. Pemerintah memandang fase ini sebagai momentum strategis untuk meningkatkan daya saing nasional, memperkuat iklim investasi, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.
Reformasi struktural berkelanjutan dan kebijakan yang adaptif menjadi kunci utama agar Indonesia mampu mengoptimalkan mesin pertumbuhan nasional menuju visi transformasi ekonomi jangka panjang.
Mengenal Danantara: Katalis Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas
Dalam forum Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Danantara sebagai salah satu mesin utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4–5,6%. Berikut adalah peran strategis lembaga tersebut:
1. Super Holding Investasi Nasional Danantara diposisikan sebagai lembaga pengelola investasi yang mengonsolidasikan aset-aset strategis negara. Tujuannya adalah untuk menciptakan nilai tambah (value creation) yang jauh lebih besar daripada sekadar pengelolaan aset tradisional.
2. Penarik Investasi Asing (Foreign Direct Investment) Sebagai katalis, Danantara berfungsi sebagai mitra strategis bagi investor global. Lembaga ini memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi modal asing yang ingin masuk ke proyek-proyek infrastruktur, energi hijau, dan hilirisasi industri di Indonesia.
3. Pembiayaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Danantara berperan dalam menutup celah pembiayaan (financing gap) pada proyek-proyek besar yang tidak bisa sepenuhnya ditanggung oleh APBN. Ini mencakup pengembangan kawasan ekonomi khusus dan transformasi digital nasional.
4. Optimasi Kekayaan Negara Dengan manajemen yang profesional dan adaptif, Danantara ditargetkan mampu meningkatkan profitabilitas aset negara (BUMN dan aset lainnya) yang kemudian dapat dikontribusikan kembali untuk pembangunan ekonomi inklusif.
5. Pilar Kemandirian Ekonomi Kehadiran Danantara memperkuat struktur permodalan domestik, sehingga Indonesia tidak hanya bergantung pada pinjaman luar negeri, tetapi mampu memutar modal secara mandiri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (P-01)

