Pimpinan MPR RI serahkan 30.000 paket bantuan sembako dan perlengkapan ibadah untuk korban banjir Aceh. Simak respons Presiden Prabowo terkait pemulihan Aceh.
BANDA ACEH, PARLE.CO.ID – Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh untuk menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Penyerahan bantuan ini difokuskan bagi warga di delapan kabupaten/kota yang mengalami kerusakan paling parah akibat bencana pada akhir November 2025 lalu.
Prosesi penyerahan bantuan berlangsung secara simbolis di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (10/2/2026), yang dihadiri langsung oleh para kepala daerah terdampak, yakni dari wilayah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian khusus pemerintah pusat menyambut bulan suci Ramadhan 2026.
“Paket sembako terdiri dari mi instan, minyak goreng, gula pasir, teh, susu, biskuit, hingga keperluan medis dan pampers. Jumlahnya 15.000 paket sembako dan 15.000 paket ibadah seperti Al Quran, sajadah, mukena, dan sarung,” ujar Ahmad Muzani.
Respons Cepat Presiden Prabowo
Ahmad Muzani menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), di Jakarta. Saat itu, Gubernur Aceh memaparkan kondisi keuangan daerah yang minim di tengah beban rekonstruksi yang sangat berat, yang ia istilahkan sebagai “tsunami kedua”.
“Apa yang disampaikan Pak Mualem kemudian kami teruskan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Presiden merespons dengan sangat baik. Aceh adalah bagian NKRI; sakit Aceh adalah sakit kami, bencana Aceh adalah bencana kami,” tegas Muzani.
Wacana Pembentukan Badan Rekonstruksi
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Aceh juga mendorong dibentuknya badan khusus serupa Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) masa tsunami 2004 untuk mempercepat pemulihan infrastruktur. Hal ini berkaitan dengan banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal (huntap) dan pekerjaan, serta anak-anak yang terganggu sekolahnya.
Menanggapi hal tersebut, MPR RI memastikan bahwa pemerintah pusat melalui instruksi Presiden akan terus mengawal pembangunan hunian dan pemulihan ekonomi korban bencana di Sumatera, khususnya Aceh.
“Musibah ini adalah ujian di luar kemampuan kita. Mudah-mudahan bantuan ini menjadi penyemangat agar optimisme kita untuk masa depan Aceh lebih baik lagi,” pungkas Muzani.
Daftar Wilayah Penerima Bantuan di Aceh:
-
Aceh Tamiang
-
Aceh Timur
-
Aceh Utara
-
Bireuen
-
Pidie Jaya
-
Gayo Lues
-
Aceh Tengah
-
Bener Meriah
Rincian Paket Bantuan MPR RI untuk Korban Bencana Aceh
| Jenis Paket | Kategori | Detail Isi Paket |
| Paket Sembako & Logistik | Bahan Pangan | Mi instan, Minyak goreng, Gula pasir, Teh, Susu, Biskuit. |
| (15.000 Paket) | Kesehatan/Obat | Tolak Angin, Minyak kayu putih, Autan (Anti nyamuk). |
| Kebutuhan Khusus | Pampers anak-anak, Pembalut perempuan. | |
| Paket Perlengkapan Ibadah | Sarana Ibadah | Al-Quran, Sajadah, Sarung, Mukena. |
| (15.000 Paket) | Sandang | Kaus, Kerudung. |
Poin Strategis Distribusi (Berdasarkan Kunker MPR RI):
-
Target Distribusi: 8 Kabupaten/Kota terdampak (Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah).
-
Momentum: Disalurkan menjelang bulan suci Ramadhan untuk memastikan warga tetap dapat menjalankan ibadah dengan layak meski di pengungsian.
-
Tujuan Bantuan: Memberikan semangat optimisme dan meringankan beban ekonomi daerah yang saat ini sedang minim. (P-01)

