BerandaUncategorizedSamsung Kembangkan Baterai 20.000 mAh, Bukan untuk Smartphone

Samsung Kembangkan Baterai 20.000 mAh, Bukan untuk Smartphone

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Samsung SDI, anak perusahaan Samsung yang bergerak di bidang pengembangan baterai, dilaporkan sedang aktif menguji dan mengembangkan teknologi baterai jenis silicon-carbon. Isu mengenai baterai berkapasitas raksasa, yaitu 20.000 mAh, yang beredar belakangan ini diduga kuat terkait dengan lini produk untuk kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dan perangkat tertentu, bukan untuk seri smartphone Galaxy dalam waktu dekat. Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya industri meningkatkan kepadatan energi dan kecepatan pengisian daya.

Teknologi baterai silicon-carbon berkapasitas sangat besar ini sedang diuji coba oleh Samsung SDI dan dikabarkan ditujukan untuk pasar kendaraan listrik, bukan perangkat Galaxy dalam waktu dekat.

Perkembangan terbaru dari Samsung SDI mengindikasikan lompatan signifikan dalam teknologi baterai. Perusahaan tersebut dikabarkan sedang menguji coba baterai dengan kapasitas mencapai 20.000 mAh yang mengadopsi material silicon-carbon.

Bocoran dan rumor dari berbagai sumber teknologi menyebutkan bahwa baterai berkapasitas sangat besar ini sedang dalam fase pengujian. Namun, perlu klarifikasi bahwa pengembangan ini diprioritaskan untuk aplikasi pada kendaraan listrik (EV) dan perangkat spesifik lainnya, bukan untuk smartphone seri Galaxy dalam waktu dekat. Hal ini meredam spekulasi bahwa ponsel Samsung akan segera dibekali baterai berdaya tahan ekstrem.

Material silicon-carbon yang digunakan menjadi kunci inovasi. Dibandingkan dengan baterai lithium-ion konvensional yang menggunakan material grafite pada anoda, teknologi silicon-carbon menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi. Keunggulan ini berpotensi menghasilkan baterai dengan kapasitas lebih besar dalam ukuran yang sama, atau ukuran yang lebih ramping untuk kapasitas setara, serta waktu pengisian daya yang lebih cepat.

Meski demikian, pengembangan baterai silicon-carbon masih menghadapi tantangan, terutama terkait stabilitas siklus hidup. Material silicon diketahui mengalami pemuaian dan penyusutan yang signifikan selama proses pengisian dan pengosongan, yang dapat mengurangi umur baterai. Uji coba yang dilakukan Samsung SDI saat ini diduga kuat bertujuan untuk mengatasi masalah teknis tersebut sebelum diproduksi secara massal.

Hingga saat ini, Samsung atau Samsung SDI belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai waktu peluncuran atau aplikasi pasti dari baterai berkapasitas 20.000 mAh ini. Investor dan pengamat pasar memantau perkembangan ini sebagai bagian dari strategi Samsung Group dalam menguatkan posisinya di pasar baterai untuk kendaraan listrik yang sangat kompetitif. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

Puan Maharani Ungkap 16 RUU Disahkan Jadi UU Sepanjang Tahun Sidang 2025-2026

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama pemerintah mengesahkan 16 rancangan undang-undang (RUU) menjadi undang-undang...

More like this

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...