JAKARTA, PARLE.CO.ID — Di tengah upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia, pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pembekalan calon penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dinilai sebagai langkah strategis untuk menanamkan nilai kebangsaan sejak dini. Komisi I DPR menyebut pendekatan ini sebagai model ideal dalam membentuk generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nasionalisme kuat.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, mengatakan keterlibatan TNI mencerminkan komitmen institusi militer dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
“Hal ini menunjukkan komitmen TNI untuk turut serta mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan,” ujar Dave kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Ia menekankan bahwa pembekalan bagi penerima beasiswa LPDP tidak seharusnya hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Menurutnya, integrasi antara wawasan kebangsaan, disiplin, dan nilai bela negara menjadi elemen penting dalam membentuk karakter penerima beasiswa.
“Model pembekalan yang ideal adalah yang mampu mengintegrasikan wawasan kebangsaan, disiplin, dan nilai-nilai bela negara dengan keterampilan akademik serta kepemimpinan,” kata politikus dari Partai Golkar itu lagi.
Komisi I DPR, lanjut Dave, mendukung penuh pelibatan TNI dalam program tersebut sebagai bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan manusia yang unggul dan berkarakter.
Sementara itu, TNI Angkatan Udara menggelar pelatihan bagi calon penerima beasiswa LPDP di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Program ini dirancang untuk membentuk mental, meningkatkan kedisiplinan, serta menanamkan jiwa nasionalisme kepada para peserta.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menjelaskan pelatihan diikuti oleh penerima beasiswa jenjang magister (S-2) dan doktor (S-3), baik yang akan menempuh studi di dalam maupun luar negeri.
Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 9 Mei 2026, dengan materi meliputi penguatan mental dan disiplin, kepemimpinan, nasionalisme dan cinta Tanah Air, serta pembentukan karakter. ***

