BOGOR, PARLE.CO.ID – Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, terus mengalami tekanan volume kendaraan yang signifikan pada hari ini. Mengantisipasi pertemuan antara arus balik libur Natal dan masuknya wisatawan baru menjelang perayaan Tahun Baru 2026, pihak Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) menuju Jakarta sejak siang ini.
Polisi Berlakukan Satu Arah ke Jakarta Lebih Awal Guna Mengurai Kepadatan Wisatawan dan Pemudik di Jalur Puncak
Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kemacetan masih terjadi di area tradisional seperti Megamendung dan Pasar Atas Cisarua. Meski arus balik kereta api di stasiun-stasiun besar sudah mulai terlihat meningkat, jalur darat via Puncak tetap menjadi primadona wisatawan yang hendak menghabiskan sisa tahun di kawasan pegunungan tersebut.
Kolaborasi di Lapangan Guna membantu tugas kepolisian yang bekerja ekstra keras, sejumlah personel Relawan Lalu Lintas (Supeltas) dikerahkan di titik-titik krusial. Kehadiran Supeltas terbukti efektif membantu mengurai simpul kemacetan di gang-gang kecil yang sering menjadi jalur alternatif kendaraan roda dua.
Persiapan Car Free Night (CFN) Selain fokus pada arus balik, pihak berwenang juga telah merilis jadwal Car Free Night (CFN) untuk malam pergantian tahun. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan jam operasional penutupan jalur guna menghindari terjebak macet total saat perayaan berlangsung. Jalur Puncak direncanakan akan ditutup bagi kendaraan bermotor mulai sore hari menjelang malam tahun baru.
Bagi pengendara yang akan menuju Jakarta siang ini, disarankan untuk memantau aplikasi navigasi secara berkala dan mengikuti arahan petugas di titik bottleneck.
Daftar rute alternatif yang bisa Anda gunakan untuk menghindari kemacetan parah di jalur utama Puncak, Bogor, terutama saat diberlakukan sistem satu arah (one way) atau penutupan jalan:
1. Rute Alternatif via Jonggol (Arah Cianjur/Bandung)
Rute ini sangat disarankan bagi pengendara dari arah Jakarta/Bekasi yang ingin menuju Cianjur atau Bandung tanpa melewati jalur utama Puncak Gadog.
-
Jalur: Jakarta/Cibubur → Cileungsi → Jonggol → Cariu → Cikalongkulon → Cianjur.
-
Karakteristik: Jalan relatif lebih landai dibanding Puncak, namun jarak tempuhnya lebih jauh (sekitar 55 km dari Cibubur ke Cianjur). Jalur ini biasanya lebih lancar dari kepadatan wisatawan.
2. Rute Alternatif via Sukabumi
Jika jalur Puncak macet total, Anda bisa memutar melalui Sukabumi untuk menuju Cianjur atau sebaliknya.
-
Jalur: Jakarta → Tol Jagorawi → Exit Ciawi → Cicurug → Cibadak → Kota Sukabumi → Gekbrong → Cianjur.
-
Karakteristik: Jarak jauh lebih panjang, namun kondisi jalan utama (Jalan Raya Sukabumi) kini terbantu dengan adanya Tol Bocimi hingga Cigombong/Cibadak yang mempercepat durasi perjalanan.
3. Rute Alternatif via Bukit Pelangi (Rainbow Hills)
Rute ini cocok untuk menghindari titik macet di Simpang Gadog.
-
Jalur: Tol Jagorawi (Exit Sentul Selatan) → Babakan Madang → Bukit Pelangi → Gunung Geulis → Keluar di Megamendung (dekat Vimala Hills atau Cimory).
-
Karakteristik: Jalan berkelok dan berpemandangan indah. Cocok untuk kendaraan pribadi, namun tetap waspadai tanjakan dan turunan tajam.
4. Rute Alternatif via Summarecon / Katulampa
Jalur ini biasanya digunakan untuk menghindari kemacetan di area selepas GT Ciawi/Gadog.
-
Jalur: Exit Tol Bogor Selatan (Summarecon) → Katulampa → Pasir Angin → Tembus di Simpang Gadog atau Ciawi Atas.
-
Karakteristik: Melewati kawasan pemukiman, jalanan cenderung lebih sempit namun efektif menghindari antrean panjang di gerbang tol utama Ciawi.
5. Jalur Alternatif Puncak II (Jalur “Sodetan”)
Jalur ini masih dalam tahap pengembangan namun sering digunakan oleh pengendara lokal.
-
Jalur: Sentul → Cipamingkis → Sukamakmur → Tembus di Cipanas/Cianjur.
-
Karakteristik: Pemandangan sangat bagus, namun kondisi jalan di beberapa titik masih belum sempurna (ada bagian yang rusak/sempit). Pastikan kendaraan dalam kondisi prima.
Tips Tambahan:
-
Cek Jadwal One Way: Selalu pantau akun media sosial resmi TMC Polres Bogor untuk mengetahui jam pasti pemberlakukan satu arah.
-
Gunakan Navigasi: Tetap aktifkan Google Maps atau Waze untuk melihat kepadatan real-time di jalur alternatif tersebut.
-
Kondisi Kendaraan: Karena jalur alternatif seringkali melibatkan tanjakan tajam dan jalanan sempit, pastikan rem dan mesin kendaraan Anda dalam kondisi sehat.
Semoga perjalanan Anda lancar dan aman! (P-01)



