BerandaLegislatifCornelis Soroti Tambang Ilegal dan Kelangkaan BBM dalam Sidang Paripurna DPR

Cornelis Soroti Tambang Ilegal dan Kelangkaan BBM dalam Sidang Paripurna DPR

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Anggota Komisi XII sekaligus Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Cornelis, menyoroti persoalan pertambangan ilegal, konflik agraria, hingga distribusi energi dalam Rapat Paripurna ke-18 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani itu, Cornelis menilai persoalan tambang ilegal dan konflik agraria harus segera ditangani secara menyeluruh karena berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama di daerah.

Sebagai mantan Gubernur Kalimantan Barat dua periode, Cornelis mengaku telah lama menghadapi persoalan sengketa lahan dan aktivitas pertambangan ilegal di wilayahnya. Menurut dia, negara harus hadir memberikan perlindungan terhadap masyarakat sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara adil.

“Persoalan pertambangan ilegal dan konflik agraria harus menjadi perhatian serius. Bertahun-tahun saya menghadapi persoalan ini. Oleh sebab itu, negara harus hadir melindungi masyarakat dan memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara adil serta berpihak kepada rakyat,” kata Cornelis.

Selain isu pertambangan, Cornelis juga menyoroti pentingnya penambahan kuota BBM dan LPG untuk daerah-daerah yang kerap mengalami kelangkaan energi, terutama wilayah perbatasan, pedalaman, dan kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat kecil seperti nelayan, petani, dan pelaku UMKM agar tidak terganggu akibat distribusi energi yang tidak merata.

“Mulai dari saat menjadi gubernur hingga sekarang menjadi anggota DPR RI, saya sudah puluhan tahun meminta penambahan kuota BBM beserta pembangunan storage di Kalimantan Barat, namun hingga kini belum terealisasi secara maksimal,” ujarnya.

Cornelis mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan masyarakat di daerah kembali mengalami kesulitan memperoleh BBM maupun LPG subsidi.

“Jangan sampai nelayan, petani, dan pelaku UMKM di daerah kembali kesulitan mendapatkan BBM maupun LPG. Pemerintah harus memastikan distribusi energi berjalan lancar dan tepat sasaran sampai ke daerah-daerah terpencil,” katanya.

Dalam masa persidangan kali ini, DPR RI bersama pemerintah juga akan membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027.

Terkait agenda tersebut, Cornelis menegaskan pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi di atas kertas, melainkan harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke wilayah perbatasan dan daerah terpencil.

Menurut dia, stabilitas energi dan perlindungan terhadap ekonomi rakyat kecil menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah tekanan ekonomi global.

“Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan rakyat, bukan hanya terlihat di angka statistik. Yang paling penting adalah lapangan kerja tersedia, daya beli masyarakat terjaga, dan ketimpangan sosial dapat ditekan,” ujar Cornelis. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Tewaskan Sekitar 1.000 Orang, Krisis Kesehatan Meluas ke Eropa

Gelombang panas ekstrem yang menyapu Eropa mulai menunjukkan dampak paling mematikannya. Di Prancis, lonjakan...

Mengenang Kiprah KH. M Dahlan: Buku ‘Urat Nadi Perlawanan Menjaga Nalar Arus Bawah’ Resmi Diluncurkan di Cikarang

Buku biografi KH. M Dahlan (Abah Dahlan), tokoh pejuang Islam asal Bekasi, resmi diluncurkan....

Habib Aboe Sindir Komnas Perempuan: Harus Menunggu Korban Lebih Parah Baru Disebut Penyiksaan?

Perdebatan mengenai definisi hukum kini mewarnai penanganan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap...

Saadiah Desak Pelatihan Militer Program SPPI Dihentikan Sementara Usai Lima Peserta Meninggal

Meninggalnya lima peserta dalam pelatihan berbasis militer Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) memicu...

More like this

Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Tewaskan Sekitar 1.000 Orang, Krisis Kesehatan Meluas ke Eropa

Gelombang panas ekstrem yang menyapu Eropa mulai menunjukkan dampak paling mematikannya. Di Prancis, lonjakan...

Mengenang Kiprah KH. M Dahlan: Buku ‘Urat Nadi Perlawanan Menjaga Nalar Arus Bawah’ Resmi Diluncurkan di Cikarang

Buku biografi KH. M Dahlan (Abah Dahlan), tokoh pejuang Islam asal Bekasi, resmi diluncurkan....

Habib Aboe Sindir Komnas Perempuan: Harus Menunggu Korban Lebih Parah Baru Disebut Penyiksaan?

Perdebatan mengenai definisi hukum kini mewarnai penanganan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap...