spot_img
Minggu, 25 Januari 2026
More
    spot_img
    BerandaMobilitasBamsoet: HUT ke-80 TNI Momentum Meneguhkan Profesionalisme dan Kedekatan TNI dengan Rakyat

    Bamsoet: HUT ke-80 TNI Momentum Meneguhkan Profesionalisme dan Kedekatan TNI dengan Rakyat

    -

    Transformasi TNI Menuju Kekuatan Pertahanan yang Profesional, Modern, dan Berkarakter Rakyat

    Momentum Meneguhkan Jati Diri TNI

    JAKARTA, PARLE.CO.ID — Anggota DPR sekaligus Ketua MPR ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menegaskan, peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali jati diri TNI sebagai penjaga kedaulatan, pelindung rakyat, dan pengawal masa depan bangsa. Dengan mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju,” peringatan kali ini tidak boleh hanya menjadi seremoni, tetapi harus menjadi arah baru transformasi TNI menuju kekuatan pertahanan yang profesional dan adaptif terhadap perubahan global.

    “Delapan puluh tahun adalah perjalanan panjang. TNI bukan sekadar institusi pertahanan, melainkan fondasi moral dan sosial yang menjaga persatuan nasional. Profesionalisme dan modernisasi menjadi keniscayaan agar TNI tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Bamsoet yang juga penerima Brevet Wing Penerbang Kelas 1 Pesawat Tempur dan Warga Kehormatan TNI-AU, dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (5/10/2025).

    Profesionalisme dan Teknologi Pertahanan Modern

    Penerima Brevet Baret Ungu Anti Teror Aspek Laut dan Intai Para Amphibi Korps Marinir, sekaligus Warga Kehormatan Korps Marinir dan Satuan Kapal Selam TNI-AL ini menilai, makna “TNI Prima” mencerminkan tekad kuat prajurit untuk bekerja profesional dan responsif menghadapi ancaman multidimensional. Dari perang konvensional, ancaman siber, hingga disinformasi digital, seluruh bentuk ancaman menuntut kesiapan taktis dan strategi lintas matra.


    “Peningkatan kemampuan tempur harus dibarengi dengan integrasi sistem dan teknologi. TNI telah menunjukkan kemajuan lewat modernisasi alutsista dan kolaborasi industri pertahanan nasional. Tapi yang terpenting adalah membangun manusia di balik mesin — prajurit yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa rakyat,” tegas Bamsoet.

    TNI Rakyat dan Indonesia Maju

    Ketua DPR ke-20 dan Ketua Komisi III DPR ke-7 ini menjelaskan, makna “TNI Rakyat” menegaskan jati diri prajurit sebagai bagian dari rakyat yang berjuang untuk rakyat. Sejak berdirinya, TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang, tentara profesional, dan tentara nasional. “Kekuatan TNI bersumber dari rakyat. Di masa perjuangan kemerdekaan, rakyatlah benteng terakhir. Sekarang, kemitraan itu tetap penting menghadapi ancaman baru — bukan hanya bersenjata, tapi juga berupa disinformasi, radikalisme, dan peretasan data pertahanan,” jelasnya.

    Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, semangat “Indonesia Maju” menggambarkan komitmen TNI mendukung cita-cita nasional menuju negara maju. “TNI berperan menjaga stabilitas nasional melalui sinergi dengan Polri dan lembaga keamanan lain. Hubungan TNI-Polri harus diperkuat karena stabilitas politik dan keamanan adalah fondasi pembangunan nasional. Dalam situasi apapun, soliditas keduanya menjadi kunci menjaga keutuhan bangsa,” pungkas Bamsoet. (P-01)

    TERKAIT

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    0PengikutMengikuti
    0PengikutMengikuti
    22,800PelangganBerlangganan
    spot_img

    TERKINI