Sabtu, 14 Maret 2026
More
    BerandaMobilitasBamsoet Dukung Lawatan Presiden Prabowo ke Tiongkok: Jaga Kepercayaan Dunia di Tengah...

    Bamsoet Dukung Lawatan Presiden Prabowo ke Tiongkok: Jaga Kepercayaan Dunia di Tengah Gejolak Dalam Negeri

    -

    Kuliah Pascasarjana di Unhan, Bamsoet Tekankan Pentingnya Diplomasi Langsung Presiden

    JAKARTA, PARLE.CO.ID – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan dosen tetap Pascasarjana Universitas Pertahanan (Unhan), Fakultas Hukum Universitas Borobudur, serta Universitas Jayabaya, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan ke Tiongkok di tengah sorotan publik atas maraknya aksi unjuk rasa di sejumlah kota Indonesia. Menurutnya, kehadiran Presiden di panggung diplomasi dunia penting untuk menjaga kepercayaan internasional terhadap stabilitas Indonesia.

    “Pesan yang ingin ditegaskan Presiden Prabowo kepada dunia adalah bahwa Indonesia tetap aman, tetap stabil, dan tetap terbuka bagi kerja sama internasional. Lawatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemerintahan baru tidak terguncang oleh dinamika dalam negeri. Justru inilah saatnya menampilkan Indonesia sebagai negara besar yang dewasa dalam berdemokrasi,” ujar Bamsoet saat memberikan kuliah Pascasarjana (S2) Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan, secara daring, di Jakarta, Rabu (3/9/25).

    Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Global

    Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menuturkan, sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo bergerak cepat meneguhkan posisi Indonesia di percaturan global. Sejumlah lawatan strategis telah dilakukan ke kawasan Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Amerika. Dari Belarus, Prancis, Belgia, Brasil, Arab Saudi, Rusia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Yordania, Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, Mesir, India, Inggris, Peru, Amerika Serikat, hingga Tiongkok.

    “Strategi diplomasi langsung yang ditempuh Prabowo melanjutkan tradisi politik luar negeri bebas aktif yang telah menjadi ciri khas Indonesia sejak era Presiden Soekarno. Politik non-blok dan bebas aktif bukan sekadar jargon, melainkan instrumen nyata untuk menjaga kemandirian bangsa sekaligus membuka ruang kerja sama dengan semua pihak,” tegas Bamsoet.

    Hubungan Ekonomi dengan Tiongkok Jadi Kunci Stabilitas Nasional

    Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menjelaskan, diplomasi luar negeri Presiden Prabowo berdampak langsung pada perekonomian nasional. Data BKPM mencatat, realisasi investasi asing triwulan II 2025 masih tumbuh positif meski diwarnai dinamika sosial dalam negeri. Kepercayaan investor, kata Bamsoet, dipengaruhi oleh citra Indonesia sebagai negara stabil dan dihormati dunia.

    “Itulah mengapa lawatan Presiden ke Tiongkok kali ini krusial. Karena Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan lebih dari USD 127 miliar pada tahun 2024. Menjaga hubungan baik dengan Beijing berarti menjaga denyut nadi perekonomian nasional,” jelas Bamsoet.

    Indonesia Sebagai Middle Power yang Kredibel

    Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, diplomasi langsung Presiden Prabowo adalah strategi membangun kepercayaan (trust building) di tengah krisis geopolitik dunia. Saat banyak negara terjebak dalam polarisasi akibat perang Rusia-Ukraina atau ketegangan di Laut China Selatan, Indonesia hadir sebagai penyeimbang yang kredibel.

    “Kita tidak bisa hanya bicara dari Jakarta. Dunia perlu melihat langsung komitmen Presiden Indonesia yang hadir di meja perundingan, berbicara dari hati ke hati dengan para pemimpin dunia. Itulah cara kita menjaga posisi Indonesia sebagai middle power yang disegani,” pungkas Bamsoet. (P-01)

    TERKAIT

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Media Sosial

    0FansSuka
    0PengikutMengikuti
    0PengikutMengikuti
    0PelangganBerlangganan
    spot_img

    TERKINI