Kebakaran Hutan Meluas di Riau, Pemerintah Diminta Bertindak Terpadu dan Cegah Bencana Berulang
Pentingnya Pencegahan dan Penegakan Hukum
RIAU, PARLE.CO.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Provinsi Riau dalam skala yang mengkhawatirkan. Titik-titik api terpantau muncul di sejumlah kabupaten seperti Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kampar, dan Pelalawan. Kondisi ini memantik perhatian serius dari Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno.
Eddy mendorong agar kementerian dan lembaga terkait segera mengambil langkah cepat dan terkoordinasi. Menurutnya, keterlambatan penanganan bisa menyebabkan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat dan lingkungan, apalagi situasi kini sudah memasuki musim kemarau.
“Saya melihat Pak Kapolda Riau dan jajaran sudah bertindak langsung untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan ini. Perlu atensi yang lebih luas agar titik api segera padam dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Titik Api Meluas, Karhutla Ancam Provinsi Riau
Data dari lapangan menunjukkan bahwa titik-titik api karhutla menyebar di lima kabupaten utama, menciptakan kabut asap yang mulai mengganggu aktivitas warga dan berpotensi mengganggu sektor transportasi, kesehatan, hingga pendidikan.
Wakil Ketua Umum PAN ini menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Polda Riau dalam merespons situasi darurat. Namun, ia menekankan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya oleh aparat di daerah, melainkan harus menjadi agenda nasional.
Butuh Sinergi Nasional Atasi Kebakaran Hutan
Sebagai Doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, Eddy menekankan perlunya manajemen terintegrasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Penanganan karhutla bukan sekadar teknis pemadaman api, tapi juga mencerminkan kemampuan tata kelola negara.
“Kebakaran hutan dan lahan harus diselesaikan dengan manajemen yang terintegrasi antar kementerian dan lembaga serta antara pemerintah pusat dan daerah,” ungkapnya.
Komitmen Iklim Indonesia Dipertaruhkan
Eddy mengingatkan bahwa komitmen Indonesia terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan global dapat dinilai dari cara negara ini menjaga hutannya. Menurutnya, Indonesia sebagai negara pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia memegang peran penting dalam mengatasi krisis iklim.
“Apa yang terjadi pada hutan di Indonesia akan berdampak bukan hanya di Indonesia tapi juga pada dampak perubahan iklim secara global,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eddy menyoroti perlunya pendekatan yang lebih sistematis terhadap pencegahan karhutla. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat dan penindakan terhadap pelaku pembakaran lahan maupun sumber-sumber kebakaran lainnya, termasuk pengelolaan limbah yang rawan terbakar.
“Waktu dan periode kebakaran hutan dan lahan di setiap tahunnya selalu sama dan berdekatan. Karena itu harapannya ke depan kita bisa melakukan pencegahan sebelum bencana terjadi,” tegas Eddy.
Sebagai Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy juga menyerukan agar pemerintah tidak terjebak pada pola reaktif, melainkan membangun sistem deteksi dini dan kesiapsiagaan yang kuat. Menurutnya, jika upaya pencegahan terus diabaikan, maka kerugian akibat kebakaran hutan akan terus terulang setiap tahunnya. (P-01)


