JAKARTA, PARLE.CO.ID — Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto, mendesak Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk segera turun tangan dalam menangani kasus beras oplosan yang mencuat baru-baru ini. Ia menilai, keterlibatan pemerintah pusat, khususnya kementerian koordinator, sangat penting untuk memastikan penindakan berjalan tegas dan terkoordinasi.
“Kan ada Menkonya ya, tolong itu Menkonya juga turun tangan. Jangan diam-diam saja. Supaya ini dikoordinasikan,” ujar Titiek kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Titiek juga meminta agar seluruh perusahaan yang terlibat dalam praktik pengoplosan beras—baik berskala besar maupun kecil—diperiksa dan ditindak tegas. Menurutnya, tak boleh ada perlakuan berbeda dalam penegakan hukum.
“Kita nggak boleh pilih-pilih, itu perusahaan besar atau kecil. Harus ditindak kalau memang terbukti salah,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.
Ia menyoroti bahwa praktik kecurangan ini sangat merugikan masyarakat dan mengancam program swasembada pangan nasional yang tengah digencarkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu program unggulan pemerintah itu dinilai dapat terganggu oleh ulah oknum pelaku penyalahgunaan distribusi beras.
“Kita ini lagi semangat-semangatnya swasembada pangan, swasembada beras. Tapi malah ditemukan beras oplosan. Ini merugikan masyarakat,” katanya.
Titiek menjelaskan bahwa modus oplosan yang dilakukan pelaku adalah mencampur beras kualitas rendah dengan beras bermutu baik lalu menjualnya sebagai beras premium. Ia meminta Kementerian Pertanian bergerak cepat membongkar dan menindak tegas sindikat di balik praktik tersebut.
“Kami minta supaya Menteri Pertanian (Mentan), menindaklanjuti ini. Ini sudah merugikan rakyat,” ujarnya.
Kasus beras oplosan kembali menjadi sorotan usai Kementerian Pertanian mengungkap praktik manipulasi mutu beras oleh sejumlah perusahaan. Desakan publik dan parlemen agar kasus ini diusut hingga tuntas pun semakin menguat. ***

