BerandaUncategorizedPresiden Prabowo Sukses Turunkan Tarif Ekspor ke AS dan Buka Pasar Eropa,...

Presiden Prabowo Sukses Turunkan Tarif Ekspor ke AS dan Buka Pasar Eropa, Bamsoet: Langkah Visioner

Published on

spot_img

Kesepakatan dengan AS Turunkan Tarif Ekspor dari 32% ke 19%, CEPA dengan Uni Eropa Buka Akses Tanpa Bea Masuk

Bamsoet Apresiasi Diplomasi Ekonomi Prabowo

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dalam memperjuangkan kepentingan ekspor Indonesia di kancah global. Dua pencapaian utama yang dia soroti adalah penurunan tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS) dan perluasan akses pasar ke Uni Eropa.

Tarif Ekspor ke AS Turun Drastis

Bamsoet mengungkapkan, Presiden Prabowo berhasil melakukan diplomasi ekonomi dengan AS, sehingga tarif ekspor Indonesia yang semula 32% turun menjadi hanya 19%. Kesepakatan ini merupakan hasil dialog langsung antara Prabowo dan Presiden AS Donald Trump.

“Kebijakan ini membuka peluang besar bagi produk Indonesia untuk bersaing secara sehat di pasar AS tanpa beban tarif tinggi,” ujar Bamsoet di Jakarta, Kamis (17/7/2025).

CEPA dengan Uni Eropa: Peluang Ekspor Tanpa Bea Masuk

Selain kesepakatan dengan AS, Bamsoet juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa. Perjanjian ini menghapuskan tarif perdagangan, sehingga produk-produk Indonesia seperti minyak kelapa sawit, kopi, karet, dan alas kaki akan lebih kompetitif di Eropa.

“CEPA bukan sekadar perjanjian dagang biasa. Ini adalah terobosan besar yang akan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri dan menyerap lebih banyak tenaga kerja,” tegas Bamsoet.

Dampak Positif bagi Industri Nasional

Menurut Bamsoet, langkah Presiden Prabowo ini sangat strategis di tengah tantangan pemulihan ekonomi pascapandemi. Dengan perluasan pasar ekspor, industri lokal akan mendapatkan stimulus untuk meningkatkan produksi dan menekan angka pengangguran.

“Eropa adalah pasar potensial bagi komoditas Indonesia. Dengan tarif nol persen, daya saing kita akan melonjak signifikan,” pungkasnya. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

MUI dan AMREI Gelar Pelatihan Manajemen Risiko, Dorong Tata Kelola Organisasi Berbasis Kinerja

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong penguatan tata kelola organisasi melalui penerapan manajemen risiko dalam...

Laba BTN Tembus Rp2,40 Triliun pada Semester I 2026, Legislator PDIP Soroti Peran Pembiayaan Rumah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membukukan laba bersih konsolidasi Rp2,40 triliun...

BKSAP DPR Bidik Prancis, Swiss, dan Jepang untuk Kembangkan Industri Vetiver Garut

Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong Kabupaten Garut memanfaatkan diplomasi parlemen...

KSPI Fokus Dorong Revisi Aturan Ketenagakerjaan, Said Iqbal Pastikan Tak Ada Aksi Buruh di Agustus-September 2026

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memastikan tidak akan menggelar aksi unjuk rasa besar maupun...

More like this

MUI dan AMREI Gelar Pelatihan Manajemen Risiko, Dorong Tata Kelola Organisasi Berbasis Kinerja

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong penguatan tata kelola organisasi melalui penerapan manajemen risiko dalam...

Laba BTN Tembus Rp2,40 Triliun pada Semester I 2026, Legislator PDIP Soroti Peran Pembiayaan Rumah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membukukan laba bersih konsolidasi Rp2,40 triliun...

BKSAP DPR Bidik Prancis, Swiss, dan Jepang untuk Kembangkan Industri Vetiver Garut

Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong Kabupaten Garut memanfaatkan diplomasi parlemen...