Ketua Umum IMI, Bambang Soesatyo, tekankan pentingnya ekosistem pembinaan terpadu bagi pembalap muda sejak usia anak-anak
Pembinaan Usia Dini Jadi Fondasi Prestasi Atlet Balap
YOGYAKARTA, PARLE.CO.ID -– Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, menegaskan pentingnya memulai pembinaan atlet balap sejak usia dini sebagai strategi jangka panjang untuk mencetak juara-juara balap dunia dari Indonesia. Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet ini, usia anak-anak merupakan masa emas untuk membentuk dasar keterampilan teknis, mentalitas, dan karakter kompetitif yang kuat.
Bamsoet menyampaikan hal tersebut dalam kunjungannya ke IMI Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu malam (28/6/2025), saat bertemu dengan Ketua IMI DIY, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Purbodiningrat. Ia menyatakan bahwa kapasitas belajar anak di usia dini sangat tinggi, sehingga menjadi waktu ideal untuk menanamkan teknik balap, strategi, dan nilai-nilai sportivitas.
“Pembalap muda yang mendapatkan pelatihan sejak dini terbukti menunjukkan performa yang lebih tinggi dibanding mereka yang mulai berlatih saat remaja. Hal ini didukung oleh riset dari European Journal of Sports Science,” ujar Bamsoet.
Belajar dari Spanyol dan Italia, Bangun Ekosistem Balap Sejak Sekolah
Lebih lanjut, Bamsoet menyoroti bagaimana negara-negara maju dalam dunia balap seperti Spanyol dan Italia telah membangun sistem pembinaan dari akar rumput. Di sana, pendidikan balap bahkan masuk dalam program ekstrakurikuler sekolah, lengkap dengan fasilitas sirkuit mini, pelatihan profesional, hingga simulasi balap berstandar internasional.
Indonesia, menurutnya, perlu mengadopsi langkah serupa. Bukan hanya menyediakan kendaraan balap anak-anak seperti mini motor atau gokart, tetapi juga membentuk ekosistem yang mendukung pengembangan bakat balap secara menyeluruh.
“Kita perlu sekolah balap, pelatih bersertifikat, kompetisi rutin, serta pendampingan psikologis dan nutrisi. Ini bukan hanya tanggung jawab IMI, tapi juga pemerintah dan dunia usaha,” tegas Bamsoet yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kadin Indonesia.
Bangun Karakter Tangguh Lewat Dunia Balap
Bamsoet juga menekankan bahwa pembinaan usia dini tidak hanya bertujuan menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter. Dunia balap, katanya, adalah ajang yang melatih kedisiplinan tinggi, pengambilan keputusan di bawah tekanan, dan semangat sportivitas.
Anak-anak yang dibina sejak awal dalam sistem yang profesional akan tumbuh dengan mental tangguh dan daya juang tinggi. Karakter inilah yang menjadi modal utama untuk menembus kancah balap internasional.
Veda Ega Pratama, Bukti Nyata Keberhasilan Pembinaan Usia Dini
Dalam kesempatan tersebut, Bamsoet mengangkat kisah sukses Veda Ega Pratama, pembalap muda asal Gunung Kidul, Yogyakarta, yang berhasil mencetak sejarah sebagai juara berturut-turut di ajang Red Bull Rookies Cup 2025 di Mugello, Italia.
“Veda adalah hasil nyata dari pembinaan usia dini yang tepat. Ia tidak muncul tiba-tiba, tetapi merupakan buah dari kerja keras, dukungan keluarga, pelatih yang kompeten, dan keberanian berkompetisi sejak muda,” ujar Bamsoet.
Nama Veda menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia balap motor, asalkan didukung oleh sistem pembinaan yang konsisten dan terstruktur. (P-01)

