Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan SDM Unggul
JAKARTA, PARLE.CO.ID — Pemerintah Indonesia terus mempercepat realisasi program strategis di sektor pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dan tangguh. Empat program utama yang menjadi prioritas meliputi perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, digitalisasi pembelajaran, insentif untuk guru non-ASN, serta bantuan biaya pendidikan bagi guru untuk melanjutkan studi ke jenjang D4/S1.
Kondisi Infrastruktur Pendidikan yang Memprihatinkan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mengungkapkan fakta mencemaskan tentang kondisi infrastruktur pendidikan di Indonesia. Sebanyak 49% bangunan sekolah dasar (SD) mengalami kerusakan sedang, dengan 11% dalam kondisi rusak berat. Untuk sekolah menengah pertama (SMP), 42% infrastruktur rusak sedang dan 7% rusak berat. Sementara itu, 33% bangunan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) juga mengalami kerusakan sedang, masing-masing dengan 6% dan 3% dalam kondisi rusak berat. Lebih memprihatinkan lagi, 10.000 dari 20.000 satuan pendidikan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dilaporkan rusak.
Kolaborasi dan Langkah Terukur Jadi Kunci
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa tantangan dalam merealisasikan program-program ini membutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga. “Diperlukan tahapan-tahapan yang terukur dan dukungan semua pihak untuk memastikan keberhasilan program,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin (19/5). Lestari, yang akrab disapa Rerie, juga mendorong pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah untuk memprioritaskan pembangunan pendidikan.
Membangun Generasi Adaptif dengan Nilai Luhur
Sebagai anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah, Rerie berharap program strategis ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhur bangsa. Menurutnya, kombinasi karakter kuat dan penguasaan ilmu pengetahuan akan mempersiapkan anak bangsa menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menambahkan bahwa keempat program strategis ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden yang harus segera direalisasikan untuk mendukung transformasi pendidikan nasional. (P-01)

