BerandaMobilitasBambang Soesatyo Dukung Koperasi Merah Putih: Solusi Strategis Capai Indonesia Emas 2045

Bambang Soesatyo Dukung Koperasi Merah Putih: Solusi Strategis Capai Indonesia Emas 2045

Published on

spot_img

80 Ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Didorong Wujudkan Kemandirian Ekonomi dan Pemerataan Pembangunan

Dukungan Bamsoet untuk Prabowo: Koperasi Merah Putih, Pilar Ekonomi Desa

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Anggota DPR dan Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Bumi Alumni Universitas Padjadjaran (PBA Unpad) Bambang Soesatyo, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menggagas pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Program yang dirancang membentuk 80.000 koperasi di desa dan kelurahan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat swasembada pangan, mendorong pemerataan ekonomi, serta mendukung target besar Indonesia Emas 2045.

Menurut Bamsoet—sapaan akrab Bambang Soesatyo—kehadiran koperasi ini bukan sekadar alat ekonomi, melainkan kendaraan transformasi sosial di tingkat akar rumput.

“Program Koperasi Merah Putih merupakan bentuk nyata keberpihakan negara terhadap desa. Dengan pengelolaan yang tepat dan partisipasi masyarakat yang kuat, koperasi ini dapat menjadi pilar kemandirian ekonomi menuju Indonesia Emas,” ujarnya dalam Halal Bihalal PBA Unpad di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

Layanan Lengkap untuk Warga Desa: Dari Sembako hingga Klinik Kesehatan

Bambang Soesatyo menjelaskan, Koperasi Merah Putih akan berperan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat desa. Koperasi ini dirancang menyediakan berbagai layanan utama seperti:

  • Penjualan sembako dengan harga terjangkau

  • Fasilitas simpan pinjam

  • Layanan kesehatan melalui klinik dan apotek

  • Fasilitas penyimpanan hasil pertanian dan perikanan berupa cold storage

Salah satu solusi konkret yang ditawarkan adalah mengurangi kerugian pasca panen, khususnya bagi petani dan nelayan. Bamsoet menekankan pentingnya penguatan sistem logistik untuk distribusi kebutuhan pokok secara efisien dan merata.

Dana dan Akses Permodalan: Digerakkan oleh APBN hingga Kredit Usaha Rakyat

Dari segi pendanaan, koperasi ini akan mendapatkan sokongan dari berbagai skema pembiayaan, termasuk APBN, APBD, Dana Desa, serta program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Himbara. Bamsoet menjelaskan bahwa desa-desa yang proaktif dalam mendirikan koperasi akan memperoleh insentif tambahan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Hal ini diyakini akan memperkuat permodalan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat desa, serta memberikan peluang bagi masyarakat untuk berkembang secara mandiri.

Mengurangi Kemiskinan dan Ketimpangan Ekonomi

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Bamsoet mengungkap bahwa tingkat kemiskinan di pedesaan pada 2024 masih berada di angka 11,34% atau sekitar 13 juta jiwa. Program Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan secara langsung menurunkan angka kemiskinan di pedesaan.

Membangun Solidaritas Sosial dan Inovasi Ekonomi Lokal

Tak hanya berbicara dari sisi ekonomi, Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan KADIN Indonesia ini juga melihat koperasi sebagai kekuatan sosial yang mampu mempererat jejaring sosial warga desa. Koperasi menjadi ruang kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan penguatan komunitas lokal.

“Koperasi Merah Putih sangat relevan menghadapi disrupsi ekonomi global. Dengan pendekatan inovatif dan pemanfaatan teknologi, koperasi desa dapat meningkatkan daya saing produk lokal,” tegas Bamsoet.

Peran Strategis Masyarakat

Keberhasilan koperasi ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menyusun, mengelola, dan mengembangkan koperasi di wilayah mereka. Pemerintah pusat, daerah, serta tokoh masyarakat perlu bersinergi agar koperasi ini benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan nasional berbasis desa.

Bambang Soesatyo menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki ekonomi desa, tapi juga membangun generasi mandiri dan kompetitif, demi menyambut era Indonesia Emas 2045. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

BPI KPNPA RI Apresiasi Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu

Jakarta, Parle – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran...

BPI KPNPA RI Soroti Dugaan HP Ilegal di Lapas Perempuan Pekanbaru

Pekanbaru, Riau, Parle — Dugaan masih beredarnya telepon genggam (HP) ilegal di Lembaga Pemasyarakatan...

BPI KPNPA RI Desak Kapolri Beri Perhatian Kasus Irjen Sofyan Nugroho: Pejabat Polri Saja Menunggu Kepastian Hukum, Bagaimana Rakyat Biasa?

Jakarta, Parle – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik...

FWK MENILAI KPK PENAKUT, PEMERINTAH TIDAK BOLEH ANTIKRITIK

Jakarta, Parle--Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengingatkan KPK harus memiliki keberanian dan konsistensi dalam penegakan...

More like this

BPI KPNPA RI Apresiasi Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu

Jakarta, Parle – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran...

BPI KPNPA RI Soroti Dugaan HP Ilegal di Lapas Perempuan Pekanbaru

Pekanbaru, Riau, Parle — Dugaan masih beredarnya telepon genggam (HP) ilegal di Lembaga Pemasyarakatan...

BPI KPNPA RI Desak Kapolri Beri Perhatian Kasus Irjen Sofyan Nugroho: Pejabat Polri Saja Menunggu Kepastian Hukum, Bagaimana Rakyat Biasa?

Jakarta, Parle – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik...