spot_img
Minggu, 25 Januari 2026
More
    spot_img
    BerandaPeristiwaGempa Myanmar Tewaskan Lebih dari 2.000 Orang, Korban Terus Bertambah

    Gempa Myanmar Tewaskan Lebih dari 2.000 Orang, Korban Terus Bertambah

    -

    Upaya Penyelamatan Terhambat, Bantuan Kemanusiaan Mendesak

    JAKARTA, PARLE.CO.ID — Gempa bumi dahsyat yang melanda Myanmar telah merenggut lebih dari 2.000 nyawa, dengan jumlah korban diperkirakan masih akan meningkat. Pemerintah Myanmar melaporkan bahwa hingga Selasa (1/4/2025), korban tewas mencapai 2.065 orang, sementara 3.900 lainnya luka-luka dan sekitar 270 orang masih dinyatakan hilang. Data ini disampaikan oleh pemimpin pemerintahan militer, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan.

    Ratusan Jemaah dan Biksu Tewas di Tempat Ibadah

    Tragedi ini juga menelan korban jiwa di berbagai tempat ibadah. Tun Kyi, anggota Komite Pengarah Jaringan Muslim Myanmar, mengungkapkan bahwa sekitar 700 jemaah Muslim tewas akibat runtuhnya masjid saat salat Jumat pada 28 Maret 2025. Sebanyak 60 masjid dilaporkan rusak atau hancur total. Sementara itu, di Mandalay, petugas penyelamat masih mencari 150 biksu yang tertimbun reruntuhan biara U Hla Thein yang roboh akibat gempa.

    Kerusakan Parah dan Hambatan Bantuan

    Kerusakan infrastruktur akibat gempa ini sangat signifikan. Analisis citra satelit oleh Lab AI for Good Microsoft menunjukkan bahwa di Mandalay saja, 515 bangunan rusak parah hingga 80-100%, dan 1.524 bangunan lainnya mengalami kerusakan sedang. Lebih dari 10.000 bangunan di wilayah tengah dan barat laut Myanmar dilaporkan runtuh atau rusak berat, termasuk sebuah gedung prasekolah di distrik Mandalay yang menewaskan 50 anak dan dua guru.

    Upaya penyelamatan dan pengiriman bantuan terkendala oleh pemadaman listrik, gangguan jaringan komunikasi, serta kekurangan alat berat. Associated Press melaporkan bahwa kondisi ini membuat operasi pencarian korban tidak berjalan maksimal. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun mendesak agar tim bantuan diberikan akses tanpa hambatan ke wilayah terdampak.

    Krisis Kemanusiaan Memburuk

    Marcoluigi Corsi, Koordinator Kemanusiaan dan Residen PBB, menyoroti bahwa sebelum gempa ini terjadi, hampir 20 juta warga Myanmar sudah membutuhkan bantuan kemanusiaan. Gempa ini diperkirakan akan memperburuk situasi, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau karena komunikasi terputus. Badan-badan bantuan memprediksi jumlah korban akan melonjak tajam seiring berjalannya waktu.

    Pemerintah Myanmar, melalui stasiun MRTV, terus memantau situasi dan berupaya memberikan informasi terkini. Video yang diunggah situs berita The Irrawaddy menunjukkan skala kerusakan yang masif, termasuk masjid-masjid yang rata dengan tanah. (P-01)

    TERKAIT

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    0PengikutMengikuti
    0PengikutMengikuti
    22,800PelangganBerlangganan
    spot_img

    TERKINI