BerandaYudikatifKejaksaan Agung Kawal Program Gizi Nasional untuk Transparansi Anggaran

Kejaksaan Agung Kawal Program Gizi Nasional untuk Transparansi Anggaran

Published on

spot_img

Pendampingan Hukum untuk Kelancaran Kebijakan Gizi Nasional

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, menegaskan komitmen Kejaksaan Agung dalam mengawal kebijakan Badan Gizi Nasional guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, yang berlangsung di Gedung Utama Kejaksaan Agung pada Kamis (20/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Jaksa Agung menyoroti pentingnya pendampingan hukum dalam implementasi program gizi nasional agar berjalan sesuai regulasi yang berlaku. “Badan Gizi Nasional merupakan badan baru yang mengelola anggaran besar. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus dikawal dengan baik agar tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari,” ujarnya.

Kejaksaan Agung Beri Dukungan Penuh

Sebagai langkah konkret, Kejaksaan Agung akan memberikan pendampingan hukum dalam berbagai aspek, termasuk pemberian legal opinion, legal assistance, serta pengawasan proses pelelangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai dengan prinsip good governance.

“Kami berkomitmen untuk membantu menghindari kebocoran anggaran. Dengan pendampingan dari Kejaksaan Agung, potensi permasalahan dapat diminimalkan sebelum eksekusi anggaran dalam jumlah besar dilakukan,” tambah Burhanuddin.

Badan Gizi Nasional Kelola Anggaran Besar

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Kejaksaan Agung. Menurutnya, badan yang dipimpinnya mengelola anggaran besar, dengan APBN 2025 sebesar Rp71 triliun dan tambahan dana yang dapat mencapai Rp171 triliun untuk melayani 82,9 juta penerima manfaat.

“Oleh karena itu, pendampingan hukum sangat kami perlukan untuk memastikan pengelolaan yang akuntabel, baik dalam mitigasi risiko, arahan, maupun pengawasan penggunaan dana,” jelasnya.

Kolaborasi untuk Tata Kelola Transparan

Kedua belah pihak berharap kerja sama ini dapat mempercepat implementasi program-program gizi nasional dengan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab. Langkah ini juga diharapkan mampu memastikan bahwa bantuan gizi dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

DPR Dorong Kampus Jadi Mitra Diplomasi Indonesia, dari Etika AI hingga OECD

Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong perguruan tinggi terlibat lebih aktif dalam...

Fahri Hamzah: Parliamentary Threshold 5 Persen, Kompromi Politik demi Kekuasaan

Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menantang partai-partai besar yang...

Soliditas KWP Jadi Pesan Utama Ariawan untuk Kepengurusan 2026-2028

Menjaga soliditas internal dan memperkuat hubungan profesional dengan lembaga MPR, DPR dan DPD RI,...

Habib Aboe Minta Kapolri Suyudi Perkuat Polri Humanis dan Dekat dengan Masyarakat

Penguatan pendekatan humanis dan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, menjadi salah satu harapan...

More like this

DPR Dorong Kampus Jadi Mitra Diplomasi Indonesia, dari Etika AI hingga OECD

Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong perguruan tinggi terlibat lebih aktif dalam...

Fahri Hamzah: Parliamentary Threshold 5 Persen, Kompromi Politik demi Kekuasaan

Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menantang partai-partai besar yang...

Soliditas KWP Jadi Pesan Utama Ariawan untuk Kepengurusan 2026-2028

Menjaga soliditas internal dan memperkuat hubungan profesional dengan lembaga MPR, DPR dan DPD RI,...