BerandaLegislatifKapolri Copot Kapolres Ngada, Ketua MPR Ahmad Muzani Beri Dukungan Dukungan Penuh...

Kapolri Copot Kapolres Ngada, Ketua MPR Ahmad Muzani Beri Dukungan Dukungan Penuh untuk Ketegasan Kapolri dalam Menindak Anggotanya

Published on

spot_img

Ketua MPR Ahmad Muzani Apresiasi Keputusan Kapolri

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Ketua MPR  Ahmad Muzani menyatakan dukungannya terhadap keputusan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang mencopot AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja dari jabatannya sebagai Kapolres Ngada, Polda NTT. Pencopotan ini dilakukan menyusul penetapan Fajar sebagai tersangka dalam dugaan kasus asusila dan penyalahgunaan narkoba.

“Apa yang dilakukan oleh beliau, kami senang dan dukung,” ujar Ahmad Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/3/2025).

Kapolri Tegas dalam Menegakkan Disiplin

Muzani menegaskan bahwa Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengetahui langkah terbaik dalam menjaga integritas dan disiplin di tubuh Polri. Menurutnya, ketegasan dalam menindak anggota yang melanggar aturan merupakan bentuk komitmen dalam menjaga marwah institusi kepolisian.

“Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Sigit Prabowo tahu apa yang harus dilakukan untuk menertibkan anak buahnya,” tambahnya.

AKBP Fajar Widyadharma Dicopot dan Dimutasi

Pencopotan AKBP Fajar Widyadharma tertuang dalam surat telegram Kapolri bernomor ST/489/III/KEP./2025 yang ditandatangani oleh Irwasum Polri Komjen Pol. Dedi Prasetyo pada 12 Maret 2025. Dalam surat tersebut, Fajar dimutasi menjadi Pamen Yanma Polri setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (13/3/2025).

Kasus yang menjerat Fajar mencakup pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, persetubuhan tanpa ikatan pernikahan yang sah, konsumsi narkoba, serta perekaman dan penyebaran video asusila.

Polisi Dalami Dugaan Penyebaran Video Asusila ke Darkweb

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami motif Fajar dalam kasus ini. Salah satu aspek yang tengah diselidiki adalah dugaan bahwa tersangka mengunggah video pelecehan seksual terhadap anak ke situs atau forum pornografi anak di darkweb.

“Polri masih mendalami motif yang bersangkutan melakukan perbuatan dimaksud,” ujar Trunoyudo.

Sidang Etik Segera Digelar

Sebagai tindak lanjut dari kasus ini, Divisi Propam Polri akan segera menggelar sidang kode etik terhadap Fajar. Sidang etik tersebut akan menentukan sanksi etik yang akan diberikan terhadap mantan Kapolres Ngada itu.

Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat posisi Fajar sebagai seorang aparat penegak hukum. Dengan tindakan tegas Kapolri, diharapkan integritas dan citra Polri dapat tetap terjaga di mata masyarakat. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

BPI KPNPA RI Apresiasi Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu

Jakarta, Parle – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran...

BPI KPNPA RI Soroti Dugaan HP Ilegal di Lapas Perempuan Pekanbaru

Pekanbaru, Riau, Parle — Dugaan masih beredarnya telepon genggam (HP) ilegal di Lembaga Pemasyarakatan...

BPI KPNPA RI Desak Kapolri Beri Perhatian Kasus Irjen Sofyan Nugroho: Pejabat Polri Saja Menunggu Kepastian Hukum, Bagaimana Rakyat Biasa?

Jakarta, Parle – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik...

FWK MENILAI KPK PENAKUT, PEMERINTAH TIDAK BOLEH ANTIKRITIK

Jakarta, Parle--Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mengingatkan KPK harus memiliki keberanian dan konsistensi dalam penegakan...

More like this

BPI KPNPA RI Apresiasi Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu

Jakarta, Parle – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran...

BPI KPNPA RI Soroti Dugaan HP Ilegal di Lapas Perempuan Pekanbaru

Pekanbaru, Riau, Parle — Dugaan masih beredarnya telepon genggam (HP) ilegal di Lembaga Pemasyarakatan...

BPI KPNPA RI Desak Kapolri Beri Perhatian Kasus Irjen Sofyan Nugroho: Pejabat Polri Saja Menunggu Kepastian Hukum, Bagaimana Rakyat Biasa?

Jakarta, Parle – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik...