BerandaYudikatifPeran Kejaksaan dalam Penyelesaian Sengketa Perlindungan Data Pribadi: Mencari Kepastian Hukum

Peran Kejaksaan dalam Penyelesaian Sengketa Perlindungan Data Pribadi: Mencari Kepastian Hukum

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM-Datun) Narendra Jatna menjadi narasumber utama dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). FGD ini mengangkat tema “Mencari Kepastian Hukum Penyelesaian Sengketa Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi”.

Acara yang berlangsung pada Senin (6/1/2025) di Ruang Soemadipradja, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok, turut menghadirkan beberapa pakar hukum dan teknologi sebagai pembicara, termasuk Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kalamullah Ramli, Lektor Kepala Fakultas Hukum Universitas Indonesia Edmon Makarim, serta Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung Syamsul Ma’Arif.

Dalam materinya berjudul “Beracara dalam Sengketa Perlindungan Data Pribadi”, Narendra Jatna memaparkan peran strategis Kejaksaan dalam menyelesaikan sengketa yang timbul akibat pelanggaran data pribadi.

UU Perlindungan Data Pribadi: Upaya Menangani Risiko Kebocoran Data

“Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi yang mulai berlaku pada Oktober 2024 menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah menanggulangi risiko kebocoran data dan serangan siber. Peraturan ini menjadi pedoman bagi pemerintah, lembaga, dan industri dalam menjaga keamanan data pribadi warga negara,” kata JAM-Datun melalui pernyataan tertulis Puspenkum Kejagung yang diterima di Jakarta, Selasa (7/1/2025).

JAM-Datun menyoroti bahwa penerapan undang-undang ini membawa implikasi besar terhadap penegakan hukum dan penyelesaian sengketa terkait data pribadi. Fokus utama adalah bagaimana memberikan kepastian hukum dalam menyelesaikan sengketa yang terjadi, baik melalui jalur pidana, perdata, maupun tata usaha negara.

Kejaksaan RI dalam Penyelesaian Sengketa Perlindungan Data Pribadi

Dalam paparannya, JAM-Datun menjelaskan peran Kejaksaan RI dalam penyelesaian sengketa berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Peran tersebut meliputi:

  • Penegakan Hukum Pidana
    Kejaksaan bertindak sebagai penuntut dalam proses peradilan pidana jika terjadi pelanggaran hukum perlindungan data pribadi.
  • Advis Hukum
    Kejaksaan memberikan pertimbangan hukum kepada instansi pemerintah atau lembaga negara terkait penerapan hukum perlindungan data pribadi.
  • Bantuan Hukum
    Kejaksaan, melalui Jaksa Pengacara Negara, menyediakan pendampingan hukum dalam menyelesaikan sengketa yang melibatkan data pribadi.

Keberadaan Kejaksaan sebagai lembaga negara yang memiliki kewenangan dalam penegakan hukum dinilai sangat strategis untuk menciptakan ekosistem perlindungan data yang lebih aman dan terpercaya.

Kolaborasi Pakar dalam Penguatan Hukum Perlindungan Data

FGD ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi hukum, dan pemerintah dalam mencari solusi atas tantangan implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Keberadaan Kejaksaan RI sebagai salah satu aktor utama penegakan hukum memberikan harapan dalam mewujudkan kepastian hukum bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia. (P-01)

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

More like this

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...