Update harga BBM Solar Mei 2026: BP Ultimate Diesel turun harga, sementara Shell kembali sediakan V-Power Diesel. Cek perbandingannya dengan Pertamina dan Vivo.
JAKARTA, PARLE.CO.ID – Memasuki pekan kedua Mei 2026, peta harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta menunjukkan pergerakan yang dinamis. SPBU bp tercatat melakukan penurunan harga pada produk unggulannya, sementara SPBU Shell kembali menghadirkan produk diesel setelah sempat mengalami kekosongan pasokan.
Dikutip dari laman resmi bp di Jakarta pada hari Senin, harga BP Ultimate Diesel mengalami penurunan signifikan sebesar Rp1.000 menjadi Rp29.890 per liter dari harga sebelumnya yang bertengger di angka Rp30.890 per liter.
Meskipun harga diesel turun, jenis BBM lainnya di SPBU bp terpantau stabil tanpa perubahan sejak awal Maret 2026. Saat ini, BP Ultimate masih dipasarkan seharga Rp12.930 per liter dan BP 92 di angka Rp12.390 per liter.
Kabar baik datang bagi pelanggan SPBU Shell. Setelah mengalami keterbatasan pasokan sejak awal tahun 2026, Shell kini kembali menyediakan BBM jenis diesel melalui produk Shell V-Power Diesel. Berdasarkan data per 9 Mei 2026, Shell V-Power Diesel dibanderol dengan harga Rp30.890 per liter.
Di sisi lain, SPBU Vivo tidak melakukan penyesuaian harga pada periode yang sama. Produk Diesel Primus milik Vivo tetap berada di harga Rp30.890 per liter, setara dengan produk milik Shell, sementara Revvo 92 dijual seharga Rp12.390 per liter.
Berbeda dengan kompetitor swasta yang mulai bergerak, SPBU Pertamina masih mempertahankan harga yang ditetapkan sejak 4 Mei 2026. Berikut adalah daftar harga BBM Pertamina terkini:
-
Pertalite: Rp10.000 per liter.
-
Solar Subsidi: Rp6.800 per liter.
-
Pertamax: Rp12.300 per liter.
-
Pertamax Turbo: Rp19.900 per liter.
-
Pertamax Green: Rp12.900 per liter.
-
Dexlite: Rp26.000 per liter.
-
Pertamina Dex: Rp27.900 per liter.
Analisis Redaksi Asatunews: Persaingan Pasar
Pergerakan harga dan ketersediaan stok BBM diesel pada Mei 2026 ini memberikan gambaran menarik mengenai persaingan pasar hilir migas di Indonesia:
Strategi Penetrasi BP: Keputusan BP untuk menurunkan harga BP Ultimate Diesel hingga di bawah Rp30.000 per liter merupakan langkah agresif untuk menarik minat pengguna kendaraan mesin diesel modern. Dengan harga Rp29.890, BP kini lebih kompetitif dibandingkan Shell dan Vivo yang mematok harga di atas Rp30.800.
Pemulihan Rantai Pasok Shell: Kembalinya Shell V-Power Diesel ke pasar setelah absen hampir setengah tahun menunjukkan pemulihan stabilitas rantai pasok global atau internal mereka. Meski harganya paling tinggi di kelasnya, loyalitas konsumen terhadap aditif teknologi Shell akan kembali diuji.
Pertamina Tetap Sebagai Jangkar: Di tengah fluktuasi harga di SPBU swasta, Pertamina tetap memegang peran sebagai penyeimbang pasar (price leader) dengan menjaga kestabilan harga untuk menghindari guncangan inflasi di sektor logistik dan transportasi.
Tren Komoditas Diesel: Harga diesel yang masih berada di kisaran Rp26.000 hingga Rp30.000 per liter (non-subsidi) mencerminkan biaya energi global yang masih tinggi, namun mulai menunjukkan tanda-tanda penyesuaian menuju titik keseimbangan baru. ****

