Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia meminta pemerintah siapkan langkah konkret antisipasi kenaikan harga BBM jelang Lebaran 2026 demi jaga daya beli.
JAKARTA, PARLE.CO.ID – Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, mendesak pemerintah untuk segera menyiapkan langkah-langkah konkret guna merespons penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Langkah antisipasi ini dinilai krusial mengingat tekanan ekonomi berpotensi meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Shanty menekankan bahwa kenaikan harga BBM di periode sensitif seperti Ramadhan dapat memicu dampak berantai (multiplier effect), mulai dari lonjakan biaya transportasi hingga merangkaknya harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.
“Kenaikan harga beberapa jenis BBM perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap biaya transportasi dan logistik yang kemudian akan berimplikasi pada naiknya harga barang dan jasa,” ujar Shanty dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Menurut Shanty, momentum penyesuaian harga energi kali ini terjadi saat mobilitas masyarakat sedang meningkat signifikan. Aktivitas mudik lebaran serta tingginya konsumsi rumah tangga selama Ramadhan membuat daya beli masyarakat menjadi sangat rentan terhadap fluktuasi harga operasional.
“Kondisi ini perlu segera diantisipasi pemerintah mengingat mobilitas masyarakat meningkat. Pemerintah diharapkan dapat mengantisipasi agar penyesuaian harga BBM tidak memberikan tekanan berlebih terhadap daya beli masyarakat,” tambahnya.
Sebagai legislator yang membidangi sektor energi, Shanty juga meminta pemerintah memastikan stabilitas pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia. Ia berharap ada keseimbangan antara kebijakan penyesuaian harga energi dengan perlindungan terhadap kelompok masyarakat menengah dan rentan.
Ia menilai, langkah responsif sangat penting agar momentum hari besar keagamaan tahun ini dapat berjalan lancar tanpa dibayangi tekanan ekonomi yang berlebihan.
“Ke depan, pemerintah diharapkan terus memantau dinamika harga energi sekaligus menyiapkan kebijakan yang responsif guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat selama periode hari besar keagamaan,” pungkas Shanty. *****

