JAKARTA, PARLE.CO.ID — Harga emas dunia melonjak tajam ke rekor tertinggi sepanjang sejarah, menembus level 4.100 dolar AS per troy ons atau sekitar Rp 68 juta pada Selasa (14/10/2025). Kenaikan ini dipicu meningkatnya harapan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), di tengah ketegangan dagang yang kembali mencuat antara Amerika Serikat dan China. “Ketegangan dagang bukan menjadi pendorong utama reli hari ini. Yang lebih berpengaruh adalah meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan melanjutkan penurunan suku bunga acuannya,” kata Analis Pasar Senior OANDA, Kelvin Wong.
Kenaikan Didorong Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan Dagang AS–China
Harga emas spot tercatat naik 1,7 persen ke 4.179,48 dolar AS per troy ons atau Rp 69,3 juta, sementara kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember menguat 1,3 persen menjadi 4.187,50 dolar AS. Sejak awal tahun, logam mulia ini telah menguat 57 persen, menembus ambang psikologis 4.100 dolar AS untuk pertama kalinya. Reli tersebut ditopang oleh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, serta arus masuk kuat ke dana berbasis emas (ETF).
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Philadelphia, Anna Paulson, menyebut meningkatnya risiko terhadap pasar tenaga kerja memperkuat alasan pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Investor kini menanti pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, untuk petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. Di sisi lain, ketegangan dagang AS–China semakin memanas setelah Beijing memperluas kontrol ekspor logam tanah jarang, yang dibalas Washington dengan ancaman tarif baru. Kondisi ini turut mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas dan perak. (P-01)

