Bagaimana dunia melihat pertemuan Prabowo dan Donald Trump? Simak analisis reaksi media internasional terhadap diplomasi agresif Indonesia di Washington.
Oleh: Redaksi Parle.co.id
JAKARTA, PARLE.CO.ID — Kunjungan bilateral Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 ini memicu gelombang pemberitaan di berbagai media internasional, mulai dari The New York Times hingga Reuters. Berikut adalah poin-poin utama analisis reaksi dunia:
1. Fokus pada “Ekonomi Transaksional” yang Saling Menguntungkan
Media ekonomi seperti Bloomberg menyoroti bahwa pertemuan ini adalah pertemuan dua pemimpin yang memiliki latar belakang pragmatis. Analis melihat Agreement on Reciprocal Trade sebagai simbol kebijakan perdagangan yang tidak lagi bersifat bantuan sepihak, melainkan kemitraan bisnis yang setara antara Jakarta dan Washington.
2. Indonesia Sebagai “Pilar Keseimbangan” di Indo-Pasifik
Media politik di AS melihat langkah Prabowo bertemu Trump sebagai upaya Indonesia mempertegas posisi non-blok yang aktif. Dengan tetap menjalin hubungan baik dengan negara-negara besar lainnya, Prabowo dinilai berhasil menempatkan Indonesia sebagai “kekuatan penengah” yang tidak bisa diabaikan dalam dinamika keamanan kawasan.
3. Kejutan Diplomasi Board of Peace
Kehadiran Prabowo dalam konferensi perdamaian Gaza menjadi catatan khusus. Al Jazeera dan beberapa media Timur Tengah menggarisbawahi peran Prabowo sebagai suara dari negara Muslim demokratis terbesar yang berani berdialog langsung di jantung politik Amerika Serikat untuk isu Palestina.
4. Sosok Letkol Teddy dan Efisiensi Birokrasi
Beberapa pengamat internasional juga mencatat peran Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dalam mengomunikasikan agenda-agenda strategis pemerintah secara cepat melalui kanal modern, yang menunjukkan citra pemerintahan Indonesia yang lebih taktis dan responsif terhadap isu global. (P-01)

