ASJB Sampaikan Keprihatinan atas Ledakan di SMAN 72 Jakarta
— Alumni SMA Jakarta Bersatu (ASJB) menyampaikan keprihatinan atas insiden ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) lalu. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB itu menyebabkan hampir seratus siswa mengalami luka-luka.
Berdasarkan data kepolisian, jumlah korban mencapai 96 hingga 97 orang dengan tingkat luka beragam. Hingga Kamis kemarin (13/11/2025), sebanyak 20 korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, di antaranya RS Islam Jakarta Cempaka Putih, RS YARSI, dan RS Polri Kramat Jati.
Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani Ketua Umum ASJB, R.A. Jeni Suryanti, pada Jumat (14/11/2025) organisasi alumni tersebut menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga besar SMAN 72, termasuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang terdampak.
“ASJB juga menyatakan dukungan terhadap langkah investigasi yang dilakukan pihak sekolah, aparat penegak hukum, dan pemerintah,” tulis pernyataan itu.
ASJB menilai insiden ini menjadi pengingat pentingnya penguatan pengawasan di lingkungan sekolah. Organisasi itu mendorong peningkatan pembinaan karakter, edukasi keselamatan, serta literasi digital bagi pelajar agar kejadian serupa tidak terulang.
Dalam pernyataannya, ASJB turut menyoroti perlunya regulasi lebih kuat terhadap platform digital, termasuk ekosistem gim daring yang dinilai dapat memicu perilaku berbahaya pada remaja. ASJB menyatakan dukungan terhadap upaya DPR RI memperketat regulasi tersebut demi menjaga keamanan interaksi digital generasi muda.
ASJB juga berkomitmen berpartisipasi dalam kampanye literasi digital, pencegahan kekerasan di sekolah, serta pendampingan kegiatan positif bagi pelajar di berbagai daerah sebagai kontribusi nyata terhadap dunia pendidikan.
Pernyataan ini disampaikan ASJB sebagai wujud kepedulian sekaligus tanggung jawab moral atas keselamatan dan masa depan pelajar Indonesia. ***


