Sabtu, 6 Desember, 2025
spot_img
More

    Berita Terkini

    Prabowo Pemimpin yang Tegas dan Humanis

    JAKARTA, PARLE.CO.ID — Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyoroti gaya kepemimpinan strategis Presiden Prabowo Subianto sebagai faktor krusial dalam mempertahankan posisi Indonesia di tengah kompleksitas geopolitik global. Menurut Bamsoet, Presiden Prabowo memadukan komunikasi yang tegas, negosiasi yang cerdas, dan diplomasi yang mengutamakan kepentingan nasional tanpa menghilangkan sisi kemanusiaan. Dalam kuliahnya di Universitas Pertahanan, Bamsoet menilai Prabowo tampil terukur dan percaya diri di forum internasional, mampu bertindak sebagai negosiator ulung yang tahu kapan harus bersikap keras dan kapan harus memberi ruang dialog.

    Bamsoet Nilai Gaya Kepemimpinan Strategis Presiden Prabowo Jadi Kunci Jaga Posisi Indonesia di Geopolitik Global

    Bamsoet memaparkan, pendekatan komunikasi strategis Presiden Prabowo terlihat jelas dalam berbagai forum internasional. Di Sidang Umum PBB 2025, misalnya, Prabowo tidak hanya menekankan kedaulatan dan keadilan global, tetapi juga memosisikan Indonesia sebagai kekuatan moral global. Selain itu, dalam KTT Damai untuk Gaza, Presiden Prabowo berhasil menjembatani pandangan negara Barat dan dunia Islam melalui apa yang disebutnya sebagai humanitarian diplomacy, yang dibangun atas dasar rasa percaya dan kepedulian. Sementara di KTT APEC, fokusnya adalah mendorong kerja sama ekonomi dan pertahanan berbasis kemandirian nasional, terutama dalam ketahanan pangan dan energi, guna membangun posisi tawar Indonesia yang tidak mudah diabaikan.

    Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menekankan bahwa kepemimpinan yang lugas dan patriotik harus dilengkapi dengan tata kelola komunikasi yang transparan dan partisipatif, terutama di tengah derasnya arus disinformasi. Bamsoet berharap kepemimpinan strategis Presiden Prabowo akan menumbuhkan kepercayaan publik dengan mengedepankan komunikasi inklusif dan dialog dua arah. Ia juga menambahkan bahwa pemimpin dunia yang sukses, seperti Angela Merkel dan Nelson Mandela, mengajarkan bahwa komunikasi yang tenang dan kemampuan mendengarkan dapat menjadi kekuatan yang lebih besar daripada pidato yang berapi-api.

    Penjelasan Lebih Detil

    Artikel ini membahas pandangan Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengenai gaya kepemimpinan strategis Presiden Prabowo Subianto dan bagaimana gaya tersebut memengaruhi posisi tawar Indonesia di kancah geopolitik.

    1. Gaya Kepemimpinan Prabowo: Dinilai sebagai kombinasi antara ketegasan, negosiasi cerdas, dan diplomasi kemanusiaan. Hal ini ditunjukkan dengan sikap terukur, percaya diri, dan kemampuan mengelola komunikasi strategis di forum-forum internasional.
    2. Contoh Penerapan di Forum Internasional:
      • Sidang Umum PBB 2025: Menegaskan kedaulatan, keadilan global, dan visi Indonesia sebagai kekuatan moral global.
      • KTT Damai untuk Gaza: Menggunakan pendekatan “humanitarian diplomacy” untuk menjembatani pandangan global, didasarkan pada kepercayaan dan kepedulian.
      • KTT APEC: Mendorong kerja sama ekonomi dan pertahanan berbasis kemandirian nasional, dengan fokus pada ketahanan pangan dan energi.
    3. Saran dan Rekomendasi untuk Komunikasi Internal: Bamsoet menyarankan agar kepemimpinan yang lugas dan patriotik ini dilengkapi dengan tata kelola komunikasi yang transparan dan partisipatif. Komunikasi harus bersifat inklusif dan dua arah untuk membangun fondasi kepercayaan publik di tengah era disinformasi.
    4. Prinsip Kepemimpinan Strategis: Ditutup dengan penekanan bahwa kepemimpinan strategis yang sukses bukan tentang siapa yang paling keras berbicara, melainkan siapa yang paling mampu mendengarkan dan mengubah kata menjadi kepercayaan. (P-01)

    Berita Terkini

    spot_imgspot_img

    Jangan Terlewatkan

    Tetap Terhubung

    Untuk mendapatkan informasi terkini tentang berita, penawaran, dan pengumuman khusus