spot_img
Minggu, 25 Januari 2026
More
    spot_img
    BerandaPeristiwaBamsoet Sebut Akbar Tandjung Tokoh Paripurna di Usia 80 Tahun

    Bamsoet Sebut Akbar Tandjung Tokoh Paripurna di Usia 80 Tahun

    -

    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Apresiasi Perjalanan Panjang Akbar Tandjung sebagai Aktivis, Politisi, dan Negarawan

    JAKARTA, PARLE.CO.ID – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, memberikan penghormatan mendalam atas kiprah politik Akbar Tandjung yang genap berusia 80 tahun pada 14 Agustus 2025. Bamsoet menyebut mantan Ketua Umum Partai Golkar itu sebagai sosok “tokoh lengkap dan paripurna” yang telah memberikan kontribusi besar bagi partai, bangsa, dan negara.

    “Kontribusi Bang Akbar bukan hanya untuk Partai Golkar, tempat kami berdua bernaung, tetapi juga bagi kehidupan politik tanah air. Saya mengenal Bang Akbar sebagai sosok yang lengkap, baik sebagai aktivis, politisi, tokoh pemerintahan, maupun pribadi,” ujar Bamsoet saat menghadiri syukuran ulang tahun Akbar Tandjung di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

    Perjalanan dari Aktivis hingga Politisi Nasional

    Bamsoet mengulas perjalanan panjang Akbar Tandjung yang dimulai dari aktivitas kemahasiswaan di era pergolakan politik 1960-an. Ia aktif di Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Laskar Ampera Arief Rahman Hakim, Senat dan Dewan Mahasiswa, HMI, Kelompok Cipayung, KNPI, hingga AMPI. Karakter egaliter dan kepemimpinannya sudah terlihat sejak masa muda.

    Sebagai Ketua Umum Golkar pada 1998, Akbar memimpin partai di masa krisis politik nasional. Ia berhasil menyatukan kader, menjaga soliditas, dan mengembalikan marwah Golkar sebagai kekuatan politik utama.

    Pengakuan Internasional di Kancah Parlemen

    Tak hanya di dalam negeri, Akbar Tandjung juga berperan di tingkat internasional. Saat menjabat Ketua DPR RI (1999–2004), ia dipercaya menjadi Presiden Organisasi Parlemen Negara-negara ASEAN (AIPO) dan Presiden Persatuan Parlemen Negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (PUOICM). Dua jabatan strategis ini memperluas jejaring diplomasi parlemen Indonesia dan memperkuat citra bangsa di mata dunia.

    Di jajaran pemerintahan, Akbar pernah memimpin berbagai kementerian, antara lain Menteri Negara Perumahan Rakyat (1988–1993), Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (1993–1998), Menteri Negara Perumahan dan Permukiman (1993–1996), hingga Menteri Sekretaris Negara (1998–1999). Keberhasilannya memimpin berbagai lembaga tersebut menunjukkan kemampuannya dalam mengelola birokrasi dan merumuskan kebijakan strategis.

    Sosok Inklusif dan Disegani Lintas Kalangan

    Bagi kolega dan sahabat, Akbar adalah sosok inklusif, terbuka, dan diterima lintas kalangan, baik kawan maupun lawan politik. Meski berusia 80 tahun, energinya tetap terjaga, bahkan ia masih hafal lagu Mars Partai Golkar dan HIPMI. Pandangannya luas dan sikapnya tenang dalam menghadapi berbagai persoalan.

    “Perjalanan hidup Bang Akbar adalah potret keteguhan komitmen terhadap demokrasi, kesetiaan terhadap partai, dan pengabdian tanpa henti kepada bangsa. Indonesia beruntung memiliki figur seperti Bang Akbar,” tutup Bamsoet. (P-01)

    TERKAIT

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    0PengikutMengikuti
    0PengikutMengikuti
    22,800PelangganBerlangganan
    spot_img

    TERKINI