Wakil Ketua MPR Serukan Dukungan Global untuk Bebaskan 12 Relawan dan Hentikan Genosida di Palestina
JAKARTA, PARLE.CO.ID — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid (HNW), mengecam keras tindakan Israel yang menculik 12 aktivis kemanusiaan internasional di kapal Madleen. Aksi tersebut dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hukum internasional dan memperpanjang penderitaan warga Gaza akibat blokade yang berlarut-larut.
Dalam siaran persnya, Selasa (10/6), HNW menyatakan bahwa aktivis-aktivis tersebut sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk mengirim bantuan ke Gaza ketika diculik di perairan internasional. Di antara korban penculikan adalah aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, dan anggota parlemen Eropa asal Prancis, Rima Hassan.
Dukungan Global Diperlukan
HNW mendesak komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa, untuk mengecam tindakan Israel dan segera membebaskan para relawan. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap gerakan kemanusiaan global, seperti long march dari 32 negara serta konvoi bantuan dari Aljazair dan Tunisia yang akan menuju Gaza melalui Mesir.
“Aksi-aksi ini sejalan dengan putusan Mahkamah Internasional (ICJ) yang memerintahkan Israel membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza,” tegas HNW.
Peran Indonesia dan Perlindungan WNI
HNW mendorong pemerintah Indonesia untuk lebih vokal dalam menekan Israel agar menghentikan genosida di Gaza. Selain itu, ia meminta Kementerian Luar Negeri RI memantau dan melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) yang mungkin terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Ini adalah bagian dari pengamalan konstitusi kita. Pemerintah harus memastikan keselamatan WNI yang turut serta dalam misi kemanusiaan,” pungkasnya.
Gerakan global ini, menurut HNW, membuktikan bahwa dunia semakin tidak toleran terhadap kejahatan kemanusiaan Israel. Ribuan aktivis diprediksi akan bergabung dalam long march menembus perbatasan Rafah pada pertengahan Juni 2025. (P-01)

