Wakil Ketua MPR Desak Kolaborasi Kampus-Industri untuk Sesuaikan Kurikulum
Pengangguran Lulusan Diploma & Sarjana Masih Tinggi, BPS Catat 5-9%
JAKARTA, PARLE.CO.ID — Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025 mengungkapkan angka pengangguran terbuka nasional mencapai 7,28 juta orang (4,82%). Yang mengkhawatirkan, tingkat pengangguran di kalangan lulusan pendidikan tinggi masih signifikan:
-
Lulusan Diploma I: 9%
-
Lulusan Diploma III: 4,5%
-
Lulusan Universitas: 5%
Angka ini menunjukkan ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri saat ini.
Wakil Ketua MPR: Kurikulum Harus Sesuai Perkembangan Teknologi
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menegaskan pentingnya langkah cepat untuk mengatasi kesenjangan ini. Menurutnya, perkembangan teknologi global telah mengubah kebutuhan dunia usaha, sehingga kurikulum pendidikan tinggi harus menyesuaikan.
“Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan industri tidak bisa ditunda lagi. Kita butuh lulusan yang relevan dengan pasar kerja,” tegas Rerie, yang juga Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah.
Solusi yang Ditawarkan: Sinergi Pendidikan & Industri
Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengangguran lulusan perguruan tinggi:
-
Penyelarasan Kurikulum – Kampus harus bekerja sama dengan industri untuk merancang mata kuliah berbasis kebutuhan pasar.
-
Pelatihan Keterampilan Teknis – Memperbanyak program magang dan sertifikasi kompetensi.
-
Peningkatan Kualitas Dosen & Fasilitas – Dosen perlu update dengan perkembangan industri, dan kampus harus menyediakan fasilitas praktik yang memadai.
Dukungan Pemerintah & Dunia Usaha Diperlukan
Rerie, yang juga anggota Partai NasDem, menekankan bahwa dukungan semua pihak sangat penting dalam membangun sistem pendidikan yang menghasilkan lulusan siap kerja.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan kampus. Industri harus terlibat langsung dalam proses pembelajaran, termasuk memberikan masukan untuk pengembangan kurikulum,” ujarnya.
Harapan ke Depan: SDM Berkualitas & Lapangan Kerja yang Terserap
Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan angka pengangguran lulusan perguruan tinggi dapat ditekan, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di era digital. (P-01)

