BerandaLegislatifMPR Dorong Pemenuhan Gizi dan Pendidikan Anak Usia Dini Demi Indonesia Emas...

MPR Dorong Pemenuhan Gizi dan Pendidikan Anak Usia Dini Demi Indonesia Emas 2045

Published on

spot_img

Lestari Moerdijat tekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pemenuhan kebutuhan esensial anak demi menciptakan generasi unggul dan berdaya saing

ECDI 2030 Indonesia Catatkan 87,7% Anak Berkembang Sesuai Tahap Usia

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Pemenuhan kebutuhan esensial anak usia dini kembali menjadi sorotan nasional setelah peluncuran Indeks Perkembangan Anak Usia Dini (ECDI) 2030 oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama mitra strategis pada 20 Mei 2024. Hasil pengukuran terbaru menunjukkan bahwa 87,7% anak Indonesia usia 24-59 bulan telah berkembang sesuai dengan tahap perkembangan dalam aspek pembelajaran, psikososial, kesehatan, dan kesejahteraan.

Indeks ECDI ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas, BKKBN, Badan Pusat Statistik, UNICEF, dan Tanoto Foundation. Indeks ini mencakup lima aspek penting, yakni gizi dan kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak usia dini.

Lestari Moerdijat: Fase Anak Usia Dini Menentukan Kualitas SDM Masa Depan

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, dalam pernyataan tertulisnya pada Jumat (23/5), menegaskan bahwa masa anak usia dini adalah fase kritis dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak. “Masa perkembangan anak usia dini merupakan fase krusial dalam tumbuh kembang untuk menanamkan karakter kuat yang mendukung kemampuan berpikir anak,” ujarnya.

Lestari, yang juga dikenal dengan sapaan Rerie, menyambut baik peluncuran ECDI 2030 dan menilai pencatatan ini sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing. Ia berharap hasil pengukuran ini dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh seluruh pemangku kepentingan.

Pemenuhan Kebutuhan Anak Usia Dini Harus Terukur dan Konsisten

Menurut Rerie, pembangunan SDM tidak bisa dilepaskan dari langkah-langkah terukur dan konsisten dalam memenuhi kebutuhan anak sejak dini. “Pemenuhan kebutuhan esensial anak usia dini dengan langkah-langkah yang terukur harus konsisten dilakukan agar proses pembangunan sumber daya manusia nasional dapat melahirkan generasi yang tangguh,” tegasnya.

Rerie juga menyerukan pentingnya dukungan lintas sektor dalam pelaksanaan berbagai program yang berfokus pada gizi, pendidikan, dan pola asuh anak usia dini. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan SDM nasional tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah pusat, melainkan juga memerlukan keterlibatan aktif dari pemerintah daerah dan masyarakat luas.

Kolaborasi Nasional Kunci Menuju Generasi Emas 2045

Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang menangani bidang pendidikan, Rerie menilai bahwa data ECDI 2030 merupakan langkah awal penting yang harus diikuti dengan kebijakan dan program nyata di lapangan. “Butuh kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat dalam upaya membangun fondasi yang kokoh,” katanya.

Rerie yang juga anggota Majelis Tinggi Partai NasDem menegaskan, hanya melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Indonesia dapat membentuk generasi penerus bangsa yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

Dasco Ungkap 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Asing Lewat Lowongan Kerja

Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi bagian dari militer negara...

More like this

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...