Pendiri Central Cipta Murdaya Group Meninggal Dunia, Wariskan Bisnis Multisektor dan Kontribusi Sosial
Kabar Duka, Murdaya Poo Meninggal Dunia
JAKARTA, PARLE.CO.ID — Pengusaha ternama Indonesia Murdaya Poo meninggal dunia pada Senin (7/4/2025) di usia 84 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh Dewan Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) melalui akun media sosialnya.
“Turut berduka cita. Telah meninggal dunia dengan tenang. Sabbe Sankhara Anicca. Bapak Murdaya Widyawimarta Po, Ketua Dewan Pengawas DPP Walubi. Semoga amal kebajikan mendiang mengkondisikan terlahir di alam bahagia,” tulis Walubi dalam unggahan Instagram.
Profil Murdaya Poo: Dari Penjual Koran Hingga Miliarder Properti
Murdaya Poo merupakan pendiri Central Cipta Murdaya Group, sebuah konglomerasi yang bergerak di berbagai sektor, termasuk properti, kelapa sawit, kayu lapis, dan teknologi. Lahir di Blitar, ia memulai kariernya sebagai penjual koran sebelum merintis usaha konstruksi pada 1972.
Pada 1992, ia mendirikan Central Cipta Murdaya Group, yang kemudian berkembang pesat. Forbes mencatat kekayaannya mencapai US$1,2 miliar (Rp20 triliun), menjadikannya salah satu dari 50 orang terkaya di Indonesia.
Warisan Bisnis: Pondok Indah Mall hingga JIEXPO Kemayoran
Melalui PT Metropolitan Kentjana Tbk, Murdaya Poo mengembangkan sejumlah proyek properti besar, termasuk Pondok Indah Mall di Jakarta Selatan. Perusahaannya juga menjadi pemilik mayoritas saham JIEXPO Kemayoran, bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.
Selain bisnis properti, grupnya juga memiliki investasi di sektor perkebunan kelapa sawit, industri kayu lapis, dan teknologi.
Kiprah di Dunia Politik
Murdaya Poo tidak hanya sukses di dunia bisnis, tetapi juga aktif di politik. Ia bergabung dengan PDIP pada 1998 dan pernah menjabat sebagai bendahara partai. Pada periode 2004–2009, ia terpilih menjadi Anggota DPR mewakili Jakarta.
Duka dari Dunia Bisnis dan Sosial
Kepergian Murdaya Poo meninggalkan duka mendalam bagi kalangan pengusaha, politisi, dan komunitas Buddha Indonesia. Kontribusinya dalam pengembangan properti dan bisnis multisektor akan terus dikenang. (P-01)

