BerandaEksekutifFahri Hamzah: Danantara Bisa Bangkitkan 'Raksasa Tidur' BUMN Indonesia

Fahri Hamzah: Danantara Bisa Bangkitkan ‘Raksasa Tidur’ BUMN Indonesia

Published on

spot_img

Peluncuran Danantara Era Baru bagi Perusahaan Negara yang Selama Ini Bergerak Tanpa Arah yang Jelas

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) RI, Fahri Hamzah menyoroti peluncuran Danantara Indonesia sebagai langkah strategis dalam membangkitkan peran BUMN di kancah ekonomi nasional dan global. Peluncuran Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto, pada 24 Februari 2025, menandai era baru bagi perusahaan-perusahaan negara yang selama ini dinilai bergerak tanpa arah yang jelas.

“Selama ini BUMN ibarat ‘raksasa tidur’, yang belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai kekuatan ekonomi nasional. Dengan adanya Danantara ini, maka kita berharap bisa membangkitkan peran BUMN di kancah nasional maupun global,” kata Fahri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/3/2025).

Profit Bukan Satu-satunya Tolok Ukur Kinerja BUMN

Dalam pandangannya, Fahri menegaskan bahwa peran BUMN sering kali terjebak dalam dilema antara mencari keuntungan finansial dan memenuhi tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

“Profit seharusnya bukan satu-satunya tolok ukur kinerja BUMN. Negara harus memastikan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Politik Sering Kali Menghambat Profesionalisme dan Efektivitas Perusahaan

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi BUMN adalah pengaruh politik yang sering kali menghambat profesionalisme dan efektivitas perusahaan. Fahri menyoroti bagaimana pengawasan legislatif terkadang lebih ketat dibandingkan pengawasan internal, yang berujung pada intervensi dalam berbagai proyek bisnis negara.

“Dan, lahirnya Danantara adalah jawaban atas permasalahan lama dalam pengelolaan BUMN. Dengan adanya konsolidasi ini, diharapkan perusahaan-perusahaan negara bisa lebih terkoordinasi dan memiliki strategi yang jelas dalam menggerakkan ekonomi nasional,” harap Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 itu lagi.

Langkah Besar yang Diimpikan Sejak Lama

“Ini adalah langkah besar yang saya impikan sejak lama. Jika dikelola dengan baik, Indonesia bisa membangun kekuatan pasar yang solid, layaknya negara-negara seperti Norwegia, Qatar, dan Singapura,” jelasnya menambahkan.

Bukan Keputusan yang Pragmatis

Fahri juga menilai bahwa kebijakan ekonomi Presiden Prabowo bukan hanya sekadar keputusan pragmatis, melainkan berbasis strategi jangka panjang yang matang.

“Seperti Presiden Habibie yang memahami teknologi, Prabowo memahami bahwa ekonomi bukan sekadar angka, tetapi ilmu yang harus dikelola dengan baik,” tambahnya.

Simbol Keberanian dalam Kepemimpinan Ekonomi Indonesia

Ke depan, lanjut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Indonesia itu, Danantara diharapkan menjadi simbol keberanian dalam kepemimpinan ekonomi Indonesia serta langkah menuju kemandirian nasional yang lebih kuat.

“Dengan konsolidasi BUMN yang lebih terarah, Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global. Danantara juga bukan sekadar konsolidasi, tetapi awal kebangkitan ekonomi nasional,” tutup Fahri Hamzah. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

PAN Nilai Usulan Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah Layak Dikaji, Jadi Pembahasan Lintas Fraksi DPR

Wacana penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tanpa memilih wakil kepala daerah mulai mengemuka di...

Petugas Damkar Gugur saat Padamkan Kebakaran TPS Liar, DPRD DKI Desak Evaluasi Total Pengelolaan Sampah

Kebakaran di tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta...

Pemerintah Didesak Putus Aliran Dana Judol, Nico Siahaan: QRIS Jadi Jalur Utama Deposit

Upaya pemerintah memberantas judi online dinilai belum akan efektif apabila hanya mengandalkan pemblokiran situs...

Satu Tahun Sekolah Rakyat Dievaluasi, DPR Pastikan Ijazah Lulusan Diakui Negara

Program Sekolah Rakyat yang telah berjalan selama satu tahun memasuki fase evaluasi. DPR RI...

More like this

PAN Nilai Usulan Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah Layak Dikaji, Jadi Pembahasan Lintas Fraksi DPR

Wacana penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tanpa memilih wakil kepala daerah mulai mengemuka di...

Petugas Damkar Gugur saat Padamkan Kebakaran TPS Liar, DPRD DKI Desak Evaluasi Total Pengelolaan Sampah

Kebakaran di tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta...

Pemerintah Didesak Putus Aliran Dana Judol, Nico Siahaan: QRIS Jadi Jalur Utama Deposit

Upaya pemerintah memberantas judi online dinilai belum akan efektif apabila hanya mengandalkan pemblokiran situs...