Bocoran firmware One UI 9 ungkap Samsung Galaxy Z Wide Fold akan usung rasio layar 4:3 mirip iPad. Intip detail spesifikasi dan ambisi Samsung saingi Apple.
SEOUL, PARLE.CO.ID – Tabir misteri perangkat lipat terbaru Samsung, yang santer disebut sebagai Galaxy Z Wide Fold, mulai terungkap. Bocoran terbaru dari kode firmware One UI 9 memberikan sinyal kuat bahwa Samsung siap menghadirkan pengalaman layar lipat yang jauh lebih lebar dan menyerupai tablet mungil.
Dikutip dari laporan PhoneArena, Minggu (5/4/2026), penemuan gambar di dalam firmware One UI 9 untuk model SM-F971B menunjukkan bahwa layar internal perangkat ini akan mengusung aspek rasio 4:3. Ini merupakan perubahan signifikan dari desain Galaxy Z Fold 7 yang cenderung kotak (hampir 1:1).
Rasio 4:3 ini sangat identik dengan proporsi layar yang ditemukan pada perangkat iPad milik Apple. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis Samsung untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna dalam menonton video, menjelajah web, hingga melakukan multitasking dengan fitur split-screen.
Penggunaan rasio 4:3 ini diduga bukan sebuah kebetulan. Spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa Samsung sengaja mengambil langkah ini untuk mengantisipasi kehadiran iPhone lipat dari Apple yang juga dirumorkan akan menggunakan proporsi serupa.
Berbeda dengan lini reguler, Galaxy Z Wide Fold diprediksi akan hadir sebagai model yang lebih ambisius. Selain layar yang lebih lebar, perangkat ini bersama dengan Galaxy Z Fold 8 dikabarkan akan menampilkan teknologi layar yang hampir tanpa lipatan (crease-free), sebuah peningkatan besar yang telah lama dinantikan penggemar ponsel lipat.
Perangkat ini diharapkan meluncur akhir tahun ini mendampingi Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8. Galaxy Z Wide Fold kemungkinan besar akan langsung menjalankan sistem operasi Android 17 dengan balutan antarmuka One UI 9 secara out-of-the-box.
Keputusan Samsung untuk merilis model “Wide” secara terpisah dipandang sebagai langkah cerdas untuk menguji pasar tanpa mengganggu basis penggemar setia lini Z Fold standar. Jika format lebar ini sukses, Samsung akan memiliki pesaing tangguh untuk menghadapi ekspansi Apple di pasar foldable.
Analisis Redaksi Parle.co.id: Strategi Desain
Kemunculan bocoran Galaxy Z Wide Fold dengan rasio 4:3 menandai titik balik strategi desain Samsung di pasar ponsel lipat. Analisis kami melihat ada tiga poin krusial di balik langkah ini:
Selama bertahun-tahun, kritik utama terhadap seri Galaxy Z Fold adalah layar internalnya yang terlalu “jangkung” atau kotak, sehingga menyisakan black bar yang besar saat menonton video. Rasio 4:3 adalah jawaban teknis untuk membuat perangkat lipat benar-benar berfungsi sebagai pengganti tablet produktivitas.
Samsung tampak belajar dari pengalaman Galaxy S25 Edge. Dengan “mencuri start” menggunakan rasio layar yang disukai Apple (4:3), Samsung ingin mengunci standar ekosistem aplikasi Android agar lebih optimal di rasio tersebut sebelum iPhone lipat benar-benar mendarat di pasar.
Peluncuran model “Wide” menunjukkan bahwa Samsung mulai menerapkan strategi sub-branding di dalam kategori foldable. Model ini kemungkinan besar akan diposisikan di atas seri reguler (Ultra/Wide), menyasar segmen profesional yang membutuhkan ruang kerja digital lebih luas tanpa harus membawa tablet fisik.
Keberhasilan perangkat ini akan sangat bergantung pada seberapa tipis Samsung bisa mempertahankan desainnya, mengingat layar yang lebih lebar biasanya berbanding lurus dengan peningkatan bobot dan dimensi saat dilipat. *****

