Membedah peran Danantara dalam visi hilirisasi Presiden Prabowo. Bagaimana 18 proyek baru ini bisa amankan ekonomi RI di angka 5%?
Oleh: Redaksi Parle.co.id
JAKARTA, PARLE.CO.ID — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto di Washington D.C mengenai peran Danantara sebagai “mesin kunci” industrialisasi memberikan sinyal kuat arah ekonomi Indonesia tahun 2026. Berikut adalah analisis mendalam mengenai dampak strategisnya:
1. Transformasi dari Komoditas ke Nilai Tambah
Hadirnya 18 proyek hilirisasi baru yang dikelola melalui Danantara menunjukkan pergeseran besar. Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi fokus pada pengolahan dalam negeri. Melalui Danantara, pemerintah memiliki instrumen investasi yang lebih lincah untuk mendanai pabrik pengolahan (smelter) dan manufaktur tingkat lanjut.
2. Danantara sebagai “Magnit” Investasi AS
Selama ini, investor Amerika Serikat dikenal sangat selektif dan mengutamakan kepastian hukum. Dengan memposisikan Danantara sebagai mitra utama (sovereign wealth fund), Presiden Prabowo menawarkan struktur kemitraan yang lebih profesional dan kredibel secara internasional. Ini adalah upaya untuk mengalihkan basis produksi perusahaan global dari negara lain ke Indonesia.
3. Menjaga Pertumbuhan 5 Persen dan Disiplin Fiskal
Hilirisasi yang agresif adalah kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil di angka 5%. Dengan FDI (Investasi Asing Langsung) yang mencapai USD 53 miliar, Danantara bertugas mengarahkan dana tersebut ke sektor produktif, bukan sekadar portofolio keuangan. Hal ini membantu pemerintah menjaga disiplin fiskal karena proyek-proyek besar dapat dibiayai melalui skema kemitraan bisnis (B-to-B) di bawah payung Danantara, bukan sekadar mengandalkan APBN.
Kesimpulan: Indonesia Sebagai Basis Produksi Global
Langkah Presiden menggandeng pengusaha AS melalui Danantara bukan sekadar urusan dagang, melainkan upaya memposisikan Indonesia sebagai pusat rantai pasok dunia. Tantangan ke depan adalah memastikan 18 proyek baru tersebut segera groundbreaking dan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam skala besar. (P-01)

