spot_img
Minggu, 25 Januari 2026
More
    spot_img
    BerandaEksekutifPenyerapan Anggaran Ketahanan Pangan Baru 50,9 Persen, Pemerintah Jan

    Penyerapan Anggaran Ketahanan Pangan Baru 50,9 Persen, Pemerintah Jan

    -

    JAKARTA, PARLE.CO.ID — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran ketahanan pangan hingga 8 September 2025 baru mencapai Rp73,6 triliun atau 50,9 persen dari total pagu Rp144,6 triliun. Pemerintah menegaskan, meski penyerapan anggaran masih separuh, upaya pembelian gabah dan beras petani tetap berjalan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

    Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (22/9/2025) menjelaskan, alokasi belanja tersebut mencakup Rp39,1 triliun untuk belanja pemerintah pusat, Rp12,4 triliun transfer ke daerah, serta Rp22,1 triliun untuk pembiayaan.

    Anggaran digunakan antara lain untuk pembangunan lumbung pangan, ekstensifikasi lahan, penyediaan alsintan (alat dan mesin pertanian) pra panen, jaringan irigasi, bendungan, serta sarana sumber daya air.

    “Untuk lumbung pangan, pemerintah telah menggelontorkan Rp14,3 triliun, termasuk cetak sawah dan intensifikasi lahan seluas 160,5 ribu hektare,” ujar Suahasi.

    Selain itu, Rp3,3 triliun dialokasikan untuk 37,6 ribu unit alsintan pra panen, Rp3,3 triliun untuk jaringan irigasi, Rp2,1 triliun untuk pembangunan bendungan, dan Rp2,5 triliun untuk sarana prasarana sumber daya air.

    Adapun dana Rp22,1 triliun disalurkan ke Perum Bulog untuk menyerap gabah, beras, dan jagung petani. Dari jumlah itu, Rp16,6 triliun digunakan membeli 488,96 ribu ton beras petani, sedangkan Rp5,5 triliun dialokasikan untuk jagung.

    Harus Beli Gabah Petani

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, Bulog harus tetap membeli gabah petani dalam negeri dengan harga Rp6.500 per kilogram. “Enggak boleh berhenti. Kasihan petani kita kalau tidak diserap,” kata Amran di Jakarta, Senin (22/9/2025).

    Ia mengingatkan agar Bulog tidak membatasi penyerapan gabah meski cadangan beras pemerintah (CBP) sudah melampaui target. Hingga September 2025, CBP tercatat mencapai 3 juta ton, naik dari rata-rata 1 juta ton per tahun sebelumnya.

    “Enggak ada istilah kuota habis. Pemerintah harus jalan terus, penyerapan gabah harus berlanjut,” ujar Amran. ***

    TERKAIT

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    0PengikutMengikuti
    0PengikutMengikuti
    22,800PelangganBerlangganan
    spot_img

    TERKINI