Yoong Motor Academy dinilai sebagai role model pelatihan teknisi otomotif modern, dukung kualitas SDM nasional dan dorong pertumbuhan industri kreatif berbasis modifikasi kendaraan.
Akademi Modifikasi Otomotif Surabaya Jadi Sorotan Nasional
SURABAYA, PARLE.CO.ID – Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Anggota DPR Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet, memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran Yoong Motor Academy Training Center di Surabaya, Jawa Timur. Lembaga pelatihan modifikasi lampu dan sistem kelistrikan kendaraan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing global di sektor otomotif.
Didampingi sejumlah tokoh otomotif nasional dan jajaran pengurus IMI Pusat, Bamsoet menilai bahwa akademi ini telah menembus batas tradisional dunia modifikasi, dengan menghadirkan pendekatan pelatihan yang sistematis, modern, dan sesuai kebutuhan pasar kerja.
Role Model Pelatihan Otomotif Modern Berbasis Teknologi
Menurut Bamsoet, Yoong Motor Academy bukan sekadar tempat pelatihan teknisi, tetapi telah menjelma menjadi pionir transformasi industri kreatif otomotif. Akademi ini dianggap sebagai motor penggerak lahirnya teknisi muda yang siap bersaing di era kendaraan listrik dan otomotif berbasis digital.
“Yoong Motor Academy telah membuktikan bahwa dunia modifikasi bisa menjadi sektor ekonomi strategis. Di sini, generasi muda dilatih dengan serius, terstruktur, dan berstandar industri, sehingga siap bersaing di pasar tenaga kerja domestik maupun internasional,” ujar Bamsoet saat kunjungan pada Jumat (19/7/2025).
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir pendiri Yoong Motor Group Indonesia Yomin Sugianto, pemilik Saber Industries Vincent C. Mergonoto dan Kevin C. Mergonoto, serta pengurus IMI Pusat Erwin MP (Hubungan Antar Lembaga) dan Dwi Nugroho Marsudianto (Komunikasi dan Media).
Kurikulum Berbasis SKKNI dan Siap Kerja
Akademi ini menawarkan kurikulum pelatihan selama satu hingga tiga bulan yang mengintegrasikan teori dan praktik. Para peserta tidak hanya diajarkan kemampuan teknis seperti bongkar pasang lampu dari berbagai merek kendaraan, tetapi juga diperkenalkan dengan sistem elektrikal dan komputerisasi kendaraan modern, termasuk mobil listrik (EV).
Bamsoet menekankan bahwa keunggulan Yoong Motor Academy adalah penggunaan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam silabus pelatihannya. Kurikulum ini dirancang melalui kolaborasi dengan National Modification & Aftermarket Association (NMAA) Indonesia dan Kementerian Perindustrian, yang menjamin para lulusan memiliki keterampilan yang terukur dan siap diserap dunia industri.
Selaras dengan Visi IMI dan KADIN, Dorong Industri Kreatif Otomotif
Bamsoet yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, menegaskan bahwa semangat yang diusung Yoong Motor Academy sangat selaras dengan visi besar IMI dalam membangun industri otomotif nasional sebagai basis produktif dan kreatif, bukan hanya konsumtif.
Akademi ini juga membuka peluang ekspansi ke berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya sebagai jaringan bisnis, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi daerah melalui pelatihan otomotif.
Membangun Masa Depan Otomotif Nasional
Bamsoet menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa modifikasi otomotif bukan hanya soal estetika, tetapi sudah menjadi bagian penting dari masa depan ekonomi kreatif yang berbasis teknologi.
“Yoong Motor Academy adalah inspirasi. Ia menunjukkan bahwa modifikasi bukan sekadar gaya, tetapi masa depan ekonomi kreatif berbasis teknologi otomotif. IMI akan terus mendukung inisiatif seperti ini karena di sinilah masa depan otomotif Indonesia dibentuk dari tangan-tangan anak muda yang terampil, terlatih, dan berdaya saing global,” pungkas Bamsoet. (P-01)



