BerandaMobilitasBamsoet Dukung Film "Tajir Melintir" sebagai Media Edukasi Bahaya Pinjol dan Judol

Bamsoet Dukung Film “Tajir Melintir” sebagai Media Edukasi Bahaya Pinjol dan Judol

Published on

spot_img

Lewat pendekatan komedi, film ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif tentang krisis sosial akibat jeratan ekonomi ilegal

Film “Tajir Melintir”, Kritik Sosial dalam Balutan Komedi

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Ketua MPR  ke-15 sekaligus Anggota DPR  dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyatakan dukungan penuhnya terhadap produksi film Tajir Melintir. Film drama-komedi ini mengangkat isu-isu sosial yang sangat relevan, yakni maraknya pinjaman online (pinjol), judi online (judol), serta bank keliling ilegal (bangke) yang banyak menjerat masyarakat kelas menengah ke bawah.

Menurut Bamsoet, fenomena tersebut tak hanya menimbulkan kerugian ekonomi pribadi, tetapi telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap stabilitas sosial nasional. “Kita tidak bisa lagi melihat pinjol dan judol sebagai kasus individu. Ini sudah menjadi bom waktu sosial,” ujar Bamsoet dalam pertemuan bersama produser dan sutradara film Tajir Melintir di Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Bukan Sekadar Hiburan: Peran Film sebagai Alat Literasi Keuangan

Film Tajir Melintir disutradarai oleh Ariyo Wahab dan diproduksi oleh tim yang terdiri atas Executive Producer Dedy Abdurachman, Bambang Dirgantoro, dan Petrus Hariyanto. Uniknya, Bamsoet direncanakan akan ikut tampil dalam film tersebut sebagai Ketua RT, berdampingan dengan politisi senior Bambang Pacul yang akan memerankan Ketua RW. Film ini mengambil latar di perkampungan padat bernama Kampung Bambang, tempat para warganya—yang sebagian besar bernama Bambang—terjerat utang akibat pinjol, judol, dan bangke.

Dengan gaya penyampaian khas komedi, film ini menawarkan pendekatan baru dalam menyampaikan literasi keuangan. “Selama ini, kampanye literasi keuangan dilakukan secara formal. Hasilnya masih minim. Lewat film ini, kita ingin berbicara dengan bahasa yang dimengerti oleh masyarakat luas,” jelas Bamsoet.

Data Mengungkap Darurat Pinjol dan Judol di Indonesia

Dukungan Bamsoet terhadap film ini didasari oleh data faktual dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Data OJK menyebutkan bahwa pada tahun 2024, total pinjaman aktif dari fintech lending telah mencapai lebih dari Rp60 triliun, dengan 26 juta peminjam di seluruh Indonesia. Sementara itu, lebih dari 7.000 platform pinjol ilegal telah diblokir, namun tetap muncul kembali dalam bentuk baru.

Di sisi lain, transaksi judi online sepanjang 2024 disebut-sebut mencapai angka mencengangkan, yakni Rp327 triliun. Jaringan besar judi online bahkan melibatkan afiliasi internasional, penyedia jasa pembayaran lokal, hingga selebritas sebagai influencer. “Korban utamanya pelajar, ibu rumah tangga, dan buruh pabrik. Mereka kelompok yang rentan, tapi jadi target utama karena tergoda mimpi kaya mendadak,” ungkap Bamsoet.

Menanam Kesadaran Lewat Seni dan Tawa

Dalam pandangan Bamsoet, Tajir Melintir bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari upaya nasional membangun kembali kesadaran publik. “Kita butuh instrumen budaya yang bisa menampar halus tapi keras. Kita butuh lebih dari sekadar ceramah. Lewat seni, kita bisa menyentuh hati, mengubah cara berpikir,” tegasnya.

Ia menilai bahwa film ini adalah simbol penting dalam pergeseran strategi kampanye sosial—dari gaya formal menuju pendekatan yang lebih membumi dan membaur dalam keseharian rakyat. “Tidak semua orang membaca buku keuangan, tapi hampir semua menonton film. Maka, kenapa tidak kita edukasi lewat layar lebar?” ujarnya.

Ajakan untuk Masyarakat: Tak Ada Kekayaan Instan Tanpa Risiko

Pesan utama yang ingin disampaikan film ini, menurut Bamsoet, adalah kesadaran bahwa kekayaan instan hampir selalu datang dengan risiko tinggi. Tertawa saat menonton itu penting, namun yang lebih penting adalah membawa pulang pemahaman dan kesadaran setelahnya.

“Film ini adalah ajakan untuk berpikir ulang sebelum mengambil keputusan finansial. Sebuah karya seni bisa menjadi alarm moral jika dibuat dengan niat dan pesan yang jelas,” pungkasnya. (P-01)

 

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...

Legislator PKS Apresiasi Polda Jatim Tangani Kecelakaan KMP Virgo Transport 8

Penanganan kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 tidak hanya menyangkut pencarian dan pertolongan korban,...

More like this

Edi Purwanto Soroti Empat Titik Lemah Keselamatan Pelayaran, dari Regulator hingga Konsumen

Rangkaian kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran yang dinilai...

RUU Reforma Agraria Disepakati ke Paripurna, DPR Soroti Pembatasan Penguasaan Tanah Korporasi

Upaya membenahi ketimpangan penguasaan tanah dan mempercepat penyelesaian konflik agraria memasuki tahap baru setelah...

Reshuffle Kabinet Prabowo Harus Berbasis Kinerja, Bukan Kompromi Partai

Rencana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai harus menjadi momentum mengevaluasi seluruh kinerja pemerintahan,...