BerandaUncategorizedSoroti Ketimpangan Tata Ruang, Komite I DPD RI: Banyak Rencana Tak Sesuai...

Soroti Ketimpangan Tata Ruang, Komite I DPD RI: Banyak Rencana Tak Sesuai Pemanfaatan di Lapangan

Published on

spot_img

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyoroti ketidaksesuaian antara rencana tata ruang dengan praktik pemanfaatan ruang di berbagai wilayah. Ketidaksinkronan ini dinilai menghambat pembangunan yang berkelanjutan dan adil, serta memperbesar potensi konflik kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.

Wakil Ketua Komite I DPD RI, Dr. Muhdi, menyampaikan hal tersebut dalam Diseminasi Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (14/7/2025). Acara itu dipimpin langsung Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dan dihadiri pimpinan kementerian, gubernur, bupati, serta wali kota dari seluruh Indonesia.

Menurut Dr. Muhdi, perubahan signifikan dalam Undang-Undang Penataan Ruang melalui UU Cipta Kerja — kini menjadi UU Nomor 6 Tahun 2023 — justru menciptakan tantangan baru. Alih-alih menyederhanakan tata kelola, pelaksanaan di lapangan kerap mengalami deviasi dari rencana, lemahnya pengawasan, serta minimnya partisipasi publik.

“Kita menghadapi fakta bahwa banyak rencana tata ruang tidak sejalan dengan praktik pemanfaatan ruang. Ini menimbulkan persoalan kewenangan antara pusat dan daerah, dan memperlemah peran daerah dalam menentukan masa depan wilayahnya,” ujar Muhdi.

DPD RI melalui Komite I menilai bahwa penataan ruang bukan sekadar urusan teknis-spasial, melainkan fondasi strategis arah pembangunan nasional. Kebijakan tata ruang yang adil dan berpihak pada rakyat menjadi prasyarat pembangunan yang merata dan menjamin kedaulatan daerah.

Arah Kebijakan Bergeser, Peran Daerah Melemah

Komite I mencatat adanya pergeseran orientasi kebijakan tata ruang dari prinsip keadilan spasial dan perlindungan lingkungan menuju pendekatan pragmatis yang pro-investasi. Sentralisasi pasca UU Cipta Kerja dianggap memperlemah otonomi daerah dan menimbulkan ketimpangan antardaerah serta ketidakpastian hukum.

“Kita tak bisa biarkan tata ruang dikendalikan oleh kepentingan jangka pendek yang abai terhadap prinsip keberlanjutan. DPD RI berkepentingan menjaga semangat otonomi dan desentralisasi tetap menjadi roh kebijakan nasional,” tegasnya.

Usulan Pembentukan Badan Tata Ruang Nasional

Sebagai langkah korektif, Komite I DPD RI mendorong pembentukan Badan Tata Ruang Nasional, sebuah lembaga lintas sektor yang diharapkan mampu menyinergikan kebijakan tata ruang, mengatasi tumpang tindih regulasi, serta memastikan kehadiran satu peta nasional sebagai dasar kebijakan pembangunan.

“Ini bukan soal memperbanyak birokrasi. Tapi soal memperkuat tata kelola pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” jelas Dr. Muhdi.

Lebih jauh, partisipasi publik dinilai harus menjadi elemen utama dalam proses perencanaan ruang. Masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan kelompok adat harus dilibatkan secara deliberatif dan substansial.

“Tata ruang tidak boleh menjadi domain segelintir elite teknokratis. Harus ada ruang bagi publik untuk memastikan bahwa setiap kebijakan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat,” tambahnya.

Menjaga Tanah untuk Rakyat

Di akhir pernyataannya, Senator asal Jawa Tengah ini menegaskan bahwa DPD RI akan terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan agar setiap jengkal tanah di negeri ini dikelola demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

DPD RI, lanjutnya, mengajak seluruh pemangku kepentingan di pusat dan daerah untuk membangun kesadaran kolektif serta komitmen dalam menciptakan tata ruang yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat.

“Keberanian politik untuk membenahi sistem dari hulu ke hilir — mulai regulasi, kelembagaan hingga pengawasan publik — adalah kunci utama,” pungkasnya. ***

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Siap-Siap Spoiler! Ini 5 Film, Serial, dan Event Olahraga yang Paling Banyak Dibahas Pekan Ini

Bosan dengan tontonan yang itu-itu saja? Ini 5 film, serial Netflix, dan event olahraga...

HUT Bhayangkara Ke-80: Prabowo Minta Polri Jadi Penggerak Program Strategis Nasional

Penguatan peran kepolisian menjadi salah satu pesan utama Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari...

Persiapan Dompet Sebelum Terbang: Panduan Lengkap Mata Uang dan Metode Pembayaran di Uzbekistan

Panduan lengkap metode pembayaran di Uzbekistan. Cek info mata uang Som (UZS), penggunaan kartu...

Menatap Laut Flores dari Ketinggian: Bukit Roja Ende, Surga Hijau Tersembunyi yang Wajib Masuk Itinerary Liburanmu

Kabupaten Ende punya destinasi wisata selain Kelimutu! Simak pesona Bukit Roja Ende, mulai dari...

More like this

Siap-Siap Spoiler! Ini 5 Film, Serial, dan Event Olahraga yang Paling Banyak Dibahas Pekan Ini

Bosan dengan tontonan yang itu-itu saja? Ini 5 film, serial Netflix, dan event olahraga...

HUT Bhayangkara Ke-80: Prabowo Minta Polri Jadi Penggerak Program Strategis Nasional

Penguatan peran kepolisian menjadi salah satu pesan utama Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari...

Persiapan Dompet Sebelum Terbang: Panduan Lengkap Mata Uang dan Metode Pembayaran di Uzbekistan

Panduan lengkap metode pembayaran di Uzbekistan. Cek info mata uang Som (UZS), penggunaan kartu...