spot_img
Kamis, 22 Januari 2026
More
    spot_img
    BerandaLegislatifPesantren Tinggi An-Nuaimy Lepas 33 Dai Nusantara dan Luncurkan STIT Resmi dari...

    Pesantren Tinggi An-Nuaimy Lepas 33 Dai Nusantara dan Luncurkan STIT Resmi dari Kemenag

    -

    Dai An-Nuaimy Siap Berdakwah di 16 Provinsi, STIT An-Nuaimy Siap Cetak Kader Pendidikan Islam Era 5.0

    JAKARTA, PARLE.CO.ID — Pesantren Tinggi An-Nuaimy kembali menorehkan kiprah strategis dalam penguatan dakwah dan pendidikan Islam nasional. Pada Selasa, 17 Juni 2025, An-Nuaimy secara resmi melepas 33 dai dalam program Dai Nusantara Tepian Negeri (DNTN) Angkatan ke-19 sekaligus menggelar Soft Launching Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) An-Nuaimy yang telah mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

    Acara yang berlangsung di Gedung Nusantara V, Komplek DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, ini mengusung tema “Dai Nusantara Berkarakter, Edupreneur, dan Adaptif; Pelopor Dakwah di Era 5.0.”

    Dai An-Nuaimy Tersebar ke Pelosok Nusantara

    Direktur Pesantren Tinggi An-Nuaimy, KH. Itang Rusmana, Lc., M.H., menyampaikan bahwa sebanyak 33 dai lulusan An-Nuaimy tahun ini akan dikirim ke 24 kota/kabupaten di 16 provinsi. Para dai ini akan melanjutkan estafet dakwah dari sekitar 1.300 lebih alumni An-Nuaimy yang telah lebih dahulu mengabdi di berbagai pelosok Tanah Air, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

    “Kami terus berkomitmen menjadikan An-Nuaimy sebagai lembaga yang bukan hanya melahirkan dai, tetapi juga pemimpin umat yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujar KH. Itang.

    Program DNTN menjadi salah satu program unggulan An-Nuaimy dalam menjawab kebutuhan akan dai-dai tangguh yang mampu menjalankan dakwah sekaligus memberdayakan masyarakat di daerah-daerah dengan keterbatasan akses pendidikan dan keagamaan.

    STIT An-Nuaimy Resmi Diakui Kemenag

    Dalam momen yang sama, An-Nuaimy juga melakukan soft launching Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) An-Nuaimy sebagai bentuk transformasi kelembagaan yang sebelumnya berbentuk pesantren tinggi. Izin operasional yang diberikan Kementerian Agama pada 2025 ini membuka peluang besar bagi An-Nuaimy untuk berkontribusi dalam mencetak tenaga pendidik Islam formal yang unggul secara akademik dan spiritual.

    Hidayat Nur Wahid: Dakwah Tak Boleh Menyendiri

    Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. menyampaikan pesan kebangsaan yang sarat motivasi kepada para dai. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan semangat dakwah yang berakar pada hikmah serta penuh ijtihad.

    “Antum para dai alumni An-Nuaimy, tidak sendiri. Karena tabiat dakwah ini memang tidak boleh sendiri. Dakwah ini rahmatan lil ‘alamin. Maka penting ada kolaborasi, saling kontribusi, semangat kebijakan dan gairah melakukan ijtihad,” tutur Hidayat.

    Ia mengingatkan bahwa para dai yang diutus hari ini melanjutkan tongkat estafet perjuangan dakwah para Walisongo dan sahabat Rasulullah SAW yang telah berhasil menanamkan nilai Islam di bumi Nusantara.

    STIT An-Nuaimy Diharapkan Menjadi Magnet Generasi Emas

    Dalam sambutannya, Hidayat Nur Wahid juga berharap kehadiran STIT An-Nuaimy akan menjadi magnet bagi generasi milenial dan Gen Z untuk menempuh pendidikan Islam yang berkualitas dan kontekstual.

    “STIT An-Nuaimy bisa menjadi kontribusi nyata dalam mempersiapkan generasi khaira ummah yang akan menyongsong Indonesia Emas 2045. Inilah dakwah dan tarbiyah yang berkah,” ujar HNW.

    Dengan legalitas operasional sebagai STIT, An-Nuaimy kini siap membuka program-program akademik formal yang dapat menjawab tantangan zaman serta kebutuhan dakwah dan pendidikan Islam di era Revolusi Industri 5.0. (P-01)

    TERKAIT

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    0PengikutMengikuti
    0PengikutMengikuti
    22,800PelangganBerlangganan
    spot_img

    TERKINI