BEIJING, PARLE.CO.ID – China telah mengungkapkan proposal baru untuk meningkatkan kerja sama dengan ASEAN di berbagai sektor utama, termasuk kerja sama maritim, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transportasi, ekonomi biru, kesehatan perempuan dan anak, serta lingkungan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) antara kedua pihak.
Proposal tersebut dipresentasikan dalam Konsultasi Pejabat Senior ASEAN-China ke-31 yang diselenggarakan di Kota Ningbo, China, pada Kamis (13/2/2025) waktu setempat. Acara ini diketuai bersama oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Malaysia, Datuk Seri Amran Mohamed Zin, dan Wakil Menteri Luar Negeri China, Sun Weidong.
“Di bawah tema ASEAN-China Year of People-to-People Exchanges, berbagai proyek dan aktivitas telah direncanakan serta akan dilaksanakan di negara-negara anggota ASEAN dan China untuk mempererat konektivitas budaya dan antar masyarakat,” demikian pernyataan Sekretariat ASEAN.
Sekretariat ASEAN juga menyoroti bahwa kerja sama antara ASEAN dan China terus diperkuat di bawah CSP, dengan fokus pada sektor utama seperti perdagangan dan investasi, ekonomi hijau, konektivitas, ekosistem digital, ekonomi biru, energi bersih, pertanian dan ketahanan pangan, budaya, serta pariwisata.
Dalam pertemuan tersebut, China menegaskan kembali dukungannya terhadap upaya pembangunan komunitas ASEAN serta peran sentral ASEAN dalam urusan regional. China juga menekankan bahwa hubungan dengan ASEAN merupakan prioritas dalam diplomasi kawasan.
Para pejabat meninjau kemajuan pelaksanaan ASEAN-China Plan of Action 2021-2025, mencatat pencapaian signifikan di tahun terakhir pelaksanaannya.
Konsultasi ini juga membahas rencana kerja sama ASEAN-China pada 2025, termasuk penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China yang ditingkatkan (FTA 3.0), adopsi Rencana Aksi baru untuk 2026-2030, serta pembentukan ASEAN-China Tourism Ministers’ Meeting.
Para pejabat senior juga bertukar pandangan mengenai isu-isu keamanan regional dan internasional yang mendesak, seperti terorisme, perdagangan manusia, penyalahgunaan narkotika, dan kejahatan siber, menegaskan perlunya peningkatan kerja sama di bidang ini.
Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat senior dari negara-negara anggota ASEAN atau perwakilannya, serta Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Politik-Keamanan ASEAN, Datuk Astanah Abdul Aziz. Sementara itu, Timor-Leste turut berpartisipasi sebagai pengamat. ***

