BKSAP DPR RI mengecam keras tindakan militer Israel di Timur Tengah, termasuk serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon Selatan, dalam Sidang Umum IPU.
JAKARTA, PARLE.CO.ID – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menyampaikan kecaman keras terhadap rentetan tindakan militer Israel di berbagai negara Timur Tengah. Parlemen Indonesia menilai agresi tersebut telah merusak tatanan global dan memantik kekhawatiran pecahnya Perang Dunia Ketiga.
Dikutip dari laporan ANTARA, Sabtu (18/4/2026), sikap tegas ini disampaikan oleh Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi, dalam forum internasional Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-152 yang berlangsung di Istanbul, Turki. Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan parlemen dari 150 negara.
“Kami dari BKSAP DPR menyampaikan sikap tegas atas tindakan Israel di Timur Tengah,” ujar Syahrul dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan tajam Parlemen Indonesia adalah serangan militer Israel di Lebanon Selatan. Serangan tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) gugur.
Syahrul menegaskan bahwa serangan terhadap personel PBB adalah pelanggaran berat hukum internasional yang sudah melampaui batas.
“Tindakan Israel menembak mati tiga prajurit TNI sebagai anggota pasukan perdamaian PBB di Lebanon adalah tindakan yang sudah di luar batas karena menyerang pasukan perdamaian,” tegasnya.
Selain insiden di Lebanon, BKSAP DPR RI juga mengecam kelanjutan pengeboman di Gaza, Palestina. Syahrul menyoroti kebijakan pemerintah Israel yang mempersenjatai warga sipil Yahudi serta pengesahan undang-undang yang melegalkan pembunuhan terhadap warga dan tahanan Palestina.
Ia menyebut perilaku Israel sebagai ancaman nyata bagi keamanan dan stabilitas ekonomi dunia.
“Israel ini sudah jadi parasit bagi kita semua. Merusak tatanan geopolitik, ekonomi hingga merusak perdamaian dunia. Kita meminta semua negara kompak menekan Israel agar tidak membuka celah perang dunia ketiga,” pungkas Syahrul.
Partisipasi delegasi DPR RI dalam Sidang Umum IPU ke-152 ini dijadwalkan berlangsung mulai 15 hingga 19 April 2026, sebagai bagian dari diplomasi parlemen Indonesia untuk mendesak terciptanya perdamaian di Timur Tengah.
Analisis Redaksi Parle.co.id: Eskalasi Diplomatik
Kecaman keras BKSAP DPR RI di forum IPU Istanbul menandakan eskalasi diplomatik Indonesia di tingkat parlemen dunia. Redaksi mencatat tiga poin krusial:
Pelanggaran Protokol UNIFIL: Gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon adalah insiden yang secara hukum internasional menempatkan Israel dalam posisi sulit. Penyerangan terhadap pasukan “Baret Biru” PBB bukan sekadar konflik bilateral, melainkan serangan terhadap otoritas keamanan global. Hal ini memberikan legitimasi kuat bagi Indonesia untuk menggalang sanksi internasional.
Diplomasi Parlemen sebagai Penekan: Penggunaan istilah “parasit” oleh Syahrul Aidi menunjukkan retorika yang sangat tajam dan lugas. Indonesia sedang mencoba menggerakkan narasi bahwa persoalan Israel bukan lagi soal agama atau wilayah, melainkan hambatan bagi stabilitas ekonomi dan geopolitik global yang merugikan semua negara.
Ancaman Eskalasi Global: Penyebutan potensi “Perang Dunia Ketiga” dalam forum resmi IPU bertujuan untuk menggugah kesadaran negara-negara netral bahwa pembiaran terhadap agresi di Lebanon dan Palestina dapat memicu konflik yang lebih luas, terutama jika kekuatan regional lain di Timur Tengah ikut terseret lebih dalam. ****

