BerandaYudikatifSkandal Korupsi Pekalongan: KPK Ungkap Direktur Perusahaan Pemenang Proyek Ternyata ART Bupati...

Skandal Korupsi Pekalongan: KPK Ungkap Direktur Perusahaan Pemenang Proyek Ternyata ART Bupati Fadia Arafiq

Published on

spot_img

KPK ungkap fakta mengejutkan: Direktur PT RNB, Rul Bayatun, ternyata ART Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

JAKARTA, PARLE.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta mengejutkan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq (FAR). Sosok Rul Bayatun, yang menjabat sebagai Direktur PT Raja Nusantara Berjaya (RNB)—perusahaan yang mendominasi proyek di Pemkab Pekalongan—ternyata merupakan Asisten Rumah Tangga (ART) pribadi sang Bupati.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa posisi Rul Bayatun di perusahaan tersebut hanya sebagai kedok atau nominee. Berdasarkan hasil penyelidikan, Rul mengaku hanya menjalankan perintah Fadia untuk mengelola keuangan perusahaan, termasuk melakukan penarikan tunai dalam jumlah besar.

“Kalau info terakhir yang kita dapat itu dia (Rul Bayatun) nyebutnya ART. ART-nya FAR (Fadia Arafiq),” ungkap Asep Guntur Rahayu kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (5/3/2026).

KPK menemukan bukti foto-foto saat Rul Bayatun menyerahkan uang tunai hasil penarikan dari rekening PT RNB kepada Fadia atau melalui orang kepercayaannya. Asep menyebutkan bahwa uang tersebut sering diserahkan melalui ajudan untuk menciptakan banyak lapisan (layering) guna mengaburkan jejak aliran dana.

“Rul cuma diminta, diperintah FAR misalnya, butuh uang sekian tarik tunai, ya, tarik dia dan uangnya diserahkan. Ada foto-foto dia habis tarik tunai itu diserahkan langsung kepada Fadia maupun ke orang kepercayaan lainnya seperti ajudan,” tambah Asep.

Fadia Arafiq telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak Rabu (4/3/2026). Ia diduga mendirikan PT RNB sebagai perusahaan keluarga untuk memenangkan proyek jasa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan. Pada tahun 2025 saja, perusahaan ini mengerjakan proyek di 17 Perangkat Daerah, 3 RSUD, dan 1 Kecamatan.

Berdasarkan data KPK, selama periode 2023-2026, PT RNB menerima kontrak senilai Rp46 miliar. Namun, dari total dana tersebut, hanya Rp22 miliar yang benar-benar digunakan untuk gaji pegawai. Sisa dana sekitar Rp19 miliar atau 40 persen dari total nilai kontrak, diduga dinikmati dan dibagikan kepada lingkaran keluarga Bupati.

KPK juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pegawai PT RNB merupakan tim sukses Bupati yang dipekerjakan di berbagai dinas Pemkab Pekalongan sebagai bentuk balas budi politik menggunakan dana negara.

Atas perbuatannya, Fadia Arafiq disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Saat ini, Fadia menjalani masa penahanan 20 hari pertama di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK hingga 23 Maret 2026.****

Analisis Angka: Ke mana Larinya Rp46 Miliar?

Komponen Dana Jumlah (Rupiah) Persentase Status
Total Kontrak Pemkab (2023-2026) Rp46 Miliar 100% Dana Masuk PT RNB
Realisasi Gaji Pegawai Outsourcing Rp22 Miliar 48% Penggunaan Sah
Bancakan Keluarga Bupati (Profit) Rp19 Miliar 41% Dugaan Korupsi
Operasional Perusahaan/Lainnya Rp5 Miliar 11% Sisa Anggaran

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

Jama’ah Muslimin Protes Keras Candaan Presiden AS yang Menyinggung Nama “Muhammad”

Pimpinan Jama'ah Muslimin (Hizbullah) Imaam Yakhsyallah Mansur (Foto: Dok. pribadi) Jakarta, parle - Jama'ah Muslimin...

Suherman Saleh Desak KPK Usut Dugaan Pungli di BPN Jakarta Utara

Jakarta, parle — Wartawan senior Suherman Saleh mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan...

Pagu KDMP Rp 850 Juta per Gerai Jadi Sorotan, Pemborong di Kediri Mengaku Rp 80 Juta Belum Dikembalikan

Kediri, parle — Nilai pagu pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang disebut hanya...

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terjaring OTT KPK, Uang Rp 1 Miliar Disita

Jakarta, parle — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam...

More like this

Jama’ah Muslimin Protes Keras Candaan Presiden AS yang Menyinggung Nama “Muhammad”

Pimpinan Jama'ah Muslimin (Hizbullah) Imaam Yakhsyallah Mansur (Foto: Dok. pribadi) Jakarta, parle - Jama'ah Muslimin...

Suherman Saleh Desak KPK Usut Dugaan Pungli di BPN Jakarta Utara

Jakarta, parle — Wartawan senior Suherman Saleh mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan...

Pagu KDMP Rp 850 Juta per Gerai Jadi Sorotan, Pemborong di Kediri Mengaku Rp 80 Juta Belum Dikembalikan

Kediri, parle — Nilai pagu pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang disebut hanya...