JAKARTA, PARLE.CO.ID — Dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, Ketua Umum Kaukus Muda Indonesia (KMI) Edi Homaidi menyerukan pentingnya ketangguhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi stabilitas ekonomi nasional. Ia menekankan, semangat bertahan dan bangkit dari para pelaku UMKM merupakan kekuatan utama ekonomi kerakyatan di tengah ketidakpastian global.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Mereka bukan sekadar sektor informal, tetapi jantung dari produktivitas nasional. Ketika ekonomi global goyah, UMKM justru menunjukkan ketahanan luar biasa,” ujar Edi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (21/7/2025).
Sebagai organisasi yang aktif di bidang pemberdayaan ekonomi rakyat, KMI terus mendorong pelaku usaha kecil agar naik kelas melalui pelatihan dan digitalisasi. Program-program seperti pemasaran digital, manajemen keuangan sederhana, hingga fasilitasi akses permodalan telah digelar di berbagai daerah bekerja sama dengan komunitas lokal dan institusi pendidikan.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan nasional. Salah satunya adalah Bank Tabungan Negara (BTN), yang aktif menjembatani pelaku UMKM dengan akses layanan keuangan digital melalui program Tabungan BTN Bisnis dan penguatan penggunaan QRIS.
“Literasi keuangan dan digitalisasi transaksi menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dan menembus pasar yang lebih luas,” kata Edi.
Edi menegaskan, kolaborasi lintas sektor sangat krusial dalam mempercepat pemulihan UMKM. Ia menyoroti pentingnya ekosistem yang sehat, mulai dari pembinaan berkelanjutan hingga keterlibatan aktif lembaga keuangan dan dunia pendidikan.
“Kita tidak bisa berharap UMKM tumbuh hanya dengan modal. Mereka butuh pendampingan, akses pasar, dan dukungan regulasi yang berpihak,” tandasnya.
Melalui kerja sama multipihak, KMI berharap UMKM Indonesia tidak hanya menjadi penyelamat ekonomi domestik, tetapi juga motor penggerak untuk meraih kemandirian ekonomi nasional. ***

