BerandaYudikatifKejaksaan Agung Periksa 12 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kredit PT Sritex

Kejaksaan Agung Periksa 12 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kredit PT Sritex

Published on

spot_img

Pemeriksaan saksi terkait kredit bermasalah dari sejumlah Bank Pembangunan Daerah kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk dan entitas anaknya

Pemeriksaan Massal di Kejagung, Bongkar Dugaan Korupsi Kredit PT Sritex

JAKARTA, PARLE.CO.ID — Kejaksaan Agung melalui Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) memeriksa sebanyak 12 orang saksi dalam lanjutan pengusutan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (PT Sritex) dan anak usahanya.

Kredit tersebut berasal dari sejumlah bank pembangunan daerah, antara lain PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB), PT Bank DKI, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng).

Nama-Nama Saksi yang Diperiksa Terkait Kredit PT Sritex

Berikut 12 nama saksi yang telah diperiksa oleh Tim Jaksa Penyidik Kejagung:

  1. IST – Staf Accounting PT Sritex

  2. BU – Direktur Utama PT Utama Bintang Erkonpersada

  3. CKN – Staf Keuangan PT Sritex

  4. HW – Pembuat Feasibility Study PT Rayon Utama Makmur (2009)

  5. SP – Komisaris Bank Jateng

  6. FXS – Komisaris Bank Jateng

  7. MIL – Direktur PT Wismatama Indah Makmur

  8. RS – General Manager Sindikasi BNI (2014)

  9. CAS – Petugas Operasional Kredit Bank BJB

  10. HPY – Petugas Divisi Corporate Secretary Bank BJB

  11. MR – General Manager Operasional Kredit Bank BJB

  12. MGW – Direktur Utama PT Griya Asri Sejahtera dan istri tersangka ISL

Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka memperkuat alat bukti serta melengkapi berkas perkara yang melibatkan tersangka berinisial ISL dkk.

Fokus Penyelidikan: Kredit Bermasalah dari Tiga Bank Daerah

Dugaan tindak pidana korupsi ini mencuat dari pemberian fasilitas kredit oleh tiga bank pembangunan daerah besar kepada PT Sritex, salah satu perusahaan tekstil raksasa di Indonesia. Diduga terdapat ketidaksesuaian prosedur dalam proses pemberian dan pengelolaan kredit yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Kejaksaan menaruh perhatian besar pada proses analisis kelayakan (feasibility study), mekanisme persetujuan kredit, hingga penggunaan dana kredit oleh pihak debitur dan entitas terkait.

Langkah Tegas Kejaksaan dalam Kasus Kredit Bermasalah

Dengan pemeriksaan intensif terhadap para saksi dari berbagai latar belakang — mulai dari pihak internal PT Sritex, perbankan, hingga pihak terkait lainnya — Kejagung berupaya mengungkap secara menyeluruh pola dugaan penyimpangan dalam pemberian kredit.

Penyidikan ini menjadi bagian dari komitmen Kejaksaan Agung dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, khususnya di sektor keuangan dan perbankan yang berdampak luas terhadap kestabilan perekonomian nasional. (P-01)

Media kami tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Jika Anda merasa analisis kebijakan di artikel ini bermanfaat, bantu kami tetap independen dengan berdonasi mulai dari Rp10.000.

Latest articles

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...

Fahri Hamzah Desak BPS Benahi Data Backlog Rumah, Soroti Lesunya Daya Serap Pasar

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendesak Badan Pusat Statistik (BPS)...

More like this

AI dalam Dunia Hukum Semakin Tak Terhindarkan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Panja Artificial Intelligence (AI) BKSAP DPR RI dari...

566 Penerima MBG Diduga Keracunan di Sidoarjo, Abidin Fikri Desak BGN Evaluasi Total

Insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok...

Restorasi Desa Adat Sade Dimulai, Fahri Hamzah: Bentuk Asli Rumah Adat Jadi Prioritas Pemerintah

Pemerintah memastikan rencana restorasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak...